HarianBernas.com – Anda pernah menemukan cangkang siput, namun yang keluar dari dalam cangkangnya justru hewan yang mirip kepiting? Hewan tersebut adalah umang-umang.
Alasan mengapa umang-umang memiliki perilaku demikian adalah karena umang-umang memiliki tubuh yang lunak. Supaya dirinya aman dari pemangsa, umang-umang pun memanfaatkan cangkang siput yang sudah kosong sebagai tempatnya berlindung.
Cangkang siput yang dipakai oleh umang-umang berguna untuk melindungi umang-umang dari hewan-hewan pemangsa seperti ikan atau kepiting besar. Namun jika yang dihadapi adalah gurita, cangkang tersebut menjadi tidak ada gunanya. Gurita memiliki mulut berbentuk paruh dan paruh tersebut sanggup menghancurkan cangkang keras yang dipakai oleh umang-umang.
Umang-umang ternyata punya caranya sendiri untuk mencegah dirinya jadi santapan gurita. Ia akan menaruh anemon kecil di atas cangkangnya. Baik anemon maupun umang-umang sama-sama memperoleh keuntungan lewat cara hidup macam ini.
Tentakel anemon yang beracun membuat gurita tidak akan berani menyentuh umang-umang. Sementara kebiasaan umang-umang untuk hidup berpindah-pindah membantu anemon mendapatkan tempat hidup baru yang selalu kaya akan oksigen dan makanan. Dalam ilmu biologi, hubungan saling menguntungkan antara anemon dengan umang-umang ini dikenal dengan istilah simbiosis mutualisme.
