HarianBernas.com — Siapa yang tidak tahu Pikachu? Jika anda pernah menonton anime Pokemon atau memainkan gamenya, maka karakter ini pastinya bukanlah karakter yang asing. Di dalam anime dan gamenya sendiri, Pikacu ditampilkan sebagai hewan menyerupai tikus berwarna kuning yang bisa bertarung dengan cara mengeluarkan gelombang listrik dari tubuhnya.
Karakter Pikachu sendiri terinspirasi dari pika, hewan yang dalam tangga klasifikasi ilmiah masih berkerabat dengan kelinci. Menurut Encyclopaedia Britannica, ada 29 spesies pika yang sudah teridentifikasi dan semuanya dikelompokkan dalam genus Ochotona. Pika hanya ditemukan di Amerika Utara dan Asia bagian utara.
Pika bisa dibedakan menjadi dua jenis berdasarkan habitat hidupnya. Jenis pertama adalah pika yang hidup di kawasan berbatu-batu, sementara jenis kedua hidup di padang terbuka dan membangun liang di tanah sebagai tempat tinggal. Seluruh tubuh pika diselubungi oleh rambut yang tebal karena habitat liar pika memiliki suhu yang dingin.
Makanan pika terdiri dari rumput dan biji-bijian. Rambut pika yang tebal membantunya tetap aktif mencari makan ketika musim dingin sudah tiba. Dan seperti halnya kelinci, pika juga memiliki kebiasaan memakan kembali tinjanya karena makanan pika mengandung serat yang tinggi sehingga sulit dicerna secara sempurna.
