HarianBernas.com – Berharap akan menambah kecerdasan otak, banyak orang akan menghabiskan banyak waktu untuk bermain permainan asah otak atau brain games. Seringkali, memori smartphone akan penuh dan lemot hanya karena terdapat terlalu banyak aplikasi game asah otak. Namun penelitian terbaru menunjukkan bahwa mengasah otak hanya dengan bermain game asah otak hanya akan membuat anda semakin ahli dalam memainkan game tersebut. Namun untuk kegiatan lainnya anda tidak akan lebih terampil.
Untuk membuat berbagai aplikasi asah otak para peneliti menyelisik 374 penelitian ilmiah selama dua tahun. Hal ini dilakukan oleh 70 orang psikolog. Aplikasi asah otak yang dimaksud seperti posit sains dan lumos labs. Namun aplikasi asah otak yang ada dan dikenal oleh banyak orang tidak hanya dua aplikasi ini.
Aplikasi asah otak akan membuat seseorang jadi ahli untuk memainkan permainan tersebut. Namun hanya sedikit orang yang berhasil meningkatkan kinerja yang tidak berhubungan dengan game asah otak tersebut. Hal ini senada seperti yang diungkapkan pada jurnal Psychological Science In The Public Interest. Kinerja kognitif hanya akan meningkat sedikit saja dengan permainan asah otak.
Berbagai masalah juga ditemukan dari studi studi yang sudah diteliti tersebut. Rupanya berbagai kesalahan sudah dilakukan ketika melakukan studi. Para produsen aplikasi asah otak menggunakan hal ini agar aplikasinya banyak dibeli orang.
“Belum ada bukti yang cukup untuk bisa membenarkan play mereka bahwa aplikasi asah otak merupakan alat yang efektif untuk meningkatkan kecerdasan otak,” kata salah seorang peneliti.
Para akademisi yang berkecimpung dalam dunia psikologi menyetujui hal ini. Michael Kane yang merupakan akademis dari University Of North Carolina mengatakan bahwa kesimpulan dari penelitian tersebut adalah kesimpulan yang adil dan mampu dijadikan pertimbangan akan bukti-bukti yang meragukan yang sudah dibuat dan dipercaya oleh khalayak umum.
Berbeda dengan produsen game asah otak atau brain game. Dalam menanggapi penelitian ini mereka cenderung lebih defensif. Tentu saja masing-masing dari mereka tidak ingin bisnisnya bangkrut hanya karena sebuah kesimpulan.
“Perangkat lunak asah otak dibangun selama puluhan tahun berdasarkan riset, namun saat menemui begitu banyak hal baru yang inovatif, ada banyak hal yang belum kamu ketahui,” ujar Erica Perng dari pihak Lumos Labs.
Sebagai kompensasi atas tuduhan iklan yang menipu lumosity diharuskan membayar denda sebesar usd 2 juta yang setara dengan 26 miliar rupiah. Denda ini dikenakan pada pihak lumosity pada januari 2016 oleh federal trade commission. Karena peristiwa inilah pihak lumosity mengubah beberapa hal ketika mereka sedang mempromosikan game asah otak. Sebelum dikenai denda pihak lumosity mengatakan bahwa game yang diproduksi oleh mereka akan membuat orang-orang menjadi lebih cerdas. Namun setelah denda mereka mengubah promosi tersebut menjadi dirancang oleh para ilmuan guna menantang kemampuan kognitif seseorang.
Mungkin beberapa dari anda akan bingung apakah bermain permainan game asah otak diperlukan atau tidak. Seorang profesor psikologi dari university of virginia, daniel willingham, bertanya pada media “apa yang akan anda katakan kepada ayah yang sudah renta yang mengkhawatirkan otaknya yang sudah mulai melamban?”
“Menjaga mental agar tetap aktif adalah gagasan yang selalu bagus. Dan jika mereka menyukai game asah otak itu, memainkannya tidak akan membuat celaka. Namun ingatlah bahwa game itu tidak akan membuat orang menjadi lebih cerdas. Itu hanyalah harapan, bukan kenyataan.”
