JAKARTA, HarianBernas.com – Pihak Pengurus Pusat Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) melarang setiap atlet pelatnas berlaga di Pekan Olahraga Nasional (PON) karena dinilai menghambat potensi atlet daerah.
Keputusan tersebut ditetapkan PP PBSI, setelah melihat banyaknya atlet pelatnas mengikuti PON, seperti Jonatan Christie, Ihsan Maulana, Fitriani, Angga Pratama dan beberapa atlet lainnya.
Menurut Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI, Rexy Mainaky menilai, selayaknya perhelatan PON dapat menjadi momentum unjuk gigi atlet berpotensi yang ada di daerah-daerah untuk bisa berprestasi.
“Tentunya atlet Pelatnas selayaknya sudah berorientasi pada Olimpiade atau Asian Games. Sedangkan atlet yang mengikuti PON adalah para pemain yang sedang masuk jenjang kompetisi, dan belum berkesempatan bermain dalam perhelatan di internasional,” kata Rexy kepada wartawan di Jakarta, Selasa (4/10/16).
Rexy menegaskan, potensi atlet daerah akan terlihat secara maksimal jika berhadapan dengan sesama atlet yang kualitasnya sejajar, dan tidak terkendala karena harus beradapan dengan atlet pelatnas.
“Bagaimana kami bisa melihat potensi atlet-atlet hasil pembinaan daerah, jika para atlet tersebut langsung bertemu dengan pemain pelatnas, tentunya mereka diprediksi akan tumbang,” tambahnya.
