HarianBernas.com – Adalah hal yang umum terjadi ketika dua negara atau lebih memperebutkan pulau yang letaknya kebetulan berada di perbatasan kedua negara. Jika negara-negara yang terlibat sengketa sama-sama enggan mengalah, sengketa itupun bisa berlangsung selama puluhan atau bahkan ratusan tahun. Tapi bagaimana jika alam ikut campur untuk ?menengahi? sengketa?
Hal itulah yang menimpa sebuah pulau kecil di perbatasan laut India dan Bangladesh. Di India, pulau tersebut memiliki nama Moore Baru. Sementara di Bangladesh, pulau yang sama dikenal sebagai Talpatti Selatan. Pulau tersebut memiliki usia relatif muda karena diperkirakan baru terbentuk 4 dasawarsa lalu akibat angin topan yang kerap menerjang Teluk Bengal.
Selama puluhan tahun, India dan Bangladesh terlibat aksi saling klaim atas pulau yang bersangkutan. Tahun 1981, angkatan laut India bahkan sempat menancapkan bendera di atas Moore Baru. Namun karena tidak ada pemukiman permanen yang didirikan di sana sesudahnya, klaim India tetap tidak diakui oleh negara-negara lain.
Pada bulan Maret 2010, sengketa kedua negara atas pulau ini berakhir melalui sebuah peristiwa yang unik. Kombinasi dari erosi dan meningkatnya ketinggian air laut membuat pulau kecil ini tenggelam dan menghilang dari peta.
Kasus pulau hilang di Teluk Bengal sebenarnya bukanlah hal yang baru. Tahun 1996, Pulau Lohachara yang ukurannya lebih besar dan terletak tidak jauh dari Talpatti Selatan juga tenggelam akibat terjangan badai topan di tahun yang sama. Namun pada tahun 2009, Pulau Lohachara dilaporkan kembali terlihat di permukaan laut.
Mengenai apakah Talpatti Selatan nantinya bakal bernasib sama dan muncul kembali di tengah laut, kita tunggu saja. Tapi nampaknya lebih baik pulau tersebut tetap terendam di bawah laut daripada kembali menjadi sumber ketegangan antar negara.
