Yogyakarta, HarianBernas.com – Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) membentuk Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan dengan perguruan tinggi negeri dan swasta yang terintegrasi sampai tingkat kecamatan, Selasa (15/11)
“Harapannya, ada semacam pola baru yang terintegrasi dalam penanganan kemiskinan,” ucap KGPAA Paku Alam X, Wakil Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta dalam acara Rapat Kerja Pengendalian Pembangunan di DIY s.d Triwulan III Tahun Anggaran 2016 di Yogyakarta.
KGPAA Paku Alam X menyebut dalam waktu dekat Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan DIY akan bekerja sama dengan perguruan tinggi. Sebanyak 127 perguruan tinggi negeri ataupun swasta di DIY memiliki potensi besar untuk memberikan pemikiran dalam pengentasan kemiskinan.
Untuk menyukseskan program penanggulangan kemiskinan, perguruan tinggi akan dipertemukan dengan forum CSR DIY agar dapat memetakan kebutuhannya.
Paku Alam menyinggung kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang selama ini dilakukan perguruan tinggi yang bersifat tematik, tapi belum terintegrasi. “Dalam KKN selama ini, mahasiswa datang ke Kantor Kepala Desa, buat grafik, gambar atau plang. Hanya itu berulang-ulang,” imbuhnya.
Paku Alam menyebut salah satu kendala penanggulangan kemiskinan di DIY adalah persoalan data. Selama ini, data kemiskinan bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS) yang diukur dari indikator konsumsi masyarakat.
