Yogyakarta, HarianBernas.com – Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengakui sekarang ini Bahasa Jawa jarang digunakan sebagai alat komunikasi sehari-hari, Rabu (9/11).
“Bahasa Jawa sedikit pudar karena jarang digunakan,” ucap Ganjar ketika menjadi pembicara dalam Kongres Bahasa Jawa VI, di Yogyakarta.
Karena jarang dipakai, Ganjar khawatirkan Bahasa Jawa akan pudar dan sulit dipahami masyarakat Jawa, terutama generasi yang akan datang.
Ia menyebut seseorang kesulitan melafalkan atau memahami teks Bahasa Jawa, khususnya kromo inggil (Bahasa Jawa halus) karena tidak biasa memakainya dalam komunikasi sehari-hari.
Menurut Ganjar, Bahasa Jawa akan bisa lestari bila terus dipakai seperti yang pernah dijumpainya di Suriname.
Saat datang ke Suriname, tak sedikit masyarakat yang fasih berbahasa Jawa karena sebagian dari berasal dari Indonesia.
Upaya Ganjar agar Bahasa Jawa tetap lestari di Jawa Tengah adalah mewajibkan berbagai acara di pemerintahannya memakai Bahasa Jawa setiap hari Kamis.
