Yogyakarta, HarianBernas.com– Ribuan orang dari berbagai daerah tampak berdesak dan berebut hasil bumi dari Gunungan Grebeg Maulud di pelataran depan Masjid Gedhe Kauman, Kota Yogyakarta, Senin (13/12).
Terdapat tujuh gunungan hasil bumi dalam Grebeg Maulud dari Keraton Ngayogyakarta itu. Lima diarak ke Mesjid Gedhe Kauman Yogyakarta dan dua diarak ke Puro Pakualaman. Tujuh gunungan yang diarak ratusan prajurit Siti Hinggil Kraton itu terdiri gunungan kakung, puteri, gepak, darat, pawuhan, dan dua gunungan jaler.
Gusti Bendoro Pangeran Haryo (GBPH) Yudhaningrat, adik Raja Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, menyebut bahwa dari tahun sebelumnya, jumlah warga yang ingin menyaksikan atau berebut gunungan pada upacara Grebeg Maulud jauh meningkat.
Yudhaningrat menjelaskan bahwa Grebeg Maulud sudah sejak dulu dilakukan keraton untuk memperingati kelahiran Nabi. Selain itu, pembagian kelima gunungan itu merupakan simbol hubungan rakyat, raja, dan hamba dengan Tuhannya.
