HarianBernas.com – Dengan motto ?Jadilah Garam Dunia?, Onny Febriananto terus membangun berbagai macam usahanya. Sampai saat ini, suami dari dr. Adelyna Meilala.S.pS menekuni banyak bidang bisnis seperti transportasi, kuliner, cleaning service, toko oleh-oleh, dan parkir.
Ia pun menyebut inspirasi bisnis itu akan muncul manakala kita care terhadap lingkungan kita. Artinya, lingkungan kita itu membutuhkan apa. Di situlah, inspirasi bisnis akan muncul.
?Contoh, kenapa saya menekuni bisnis transportasi yang ditekuni sejak tahun 1994 karena masyarakat itu butuh transportasi sampai kapan pun, kenapa saya membuat restoran, karena makanan adalah kebutuhan primer dan masyarakat di kota Jogja juga membutuhkan meeting point. Kenapa saya membuat bisnis cleaning service, karena mall atau office membutuhkan support jasa cleaning yang bersistem untuk menunjang operasional harian mereka. Kenapa saya usaha parkir karena beberapa public area membutuhkan sistem parkir yang efektif dan efisien,? paparnya dengan rinci kepada Harian Bernas (19/7).
Pria kelahiran Yogyakarta menyebut saat ini, kalau tidak menciptakan lapangan kerja sendiri, kita akan mengalami kesulitan. Bagaimana dengan talenta yang ada bisa membuat bisnis sendiri sehingga bisnis ini nantinya, selain bermanfaat bagi orang banyak, akan bisa menginspirasi orang banyak untuk berbuat hal yang sama atau berbuat lebih baik lagi dari si inspirator.
Onny dulu memulai usaha bisnis transportasi bus dengan hanya ada tempat duduknya saja, tapi setelah muncul kebutuhan, ia menyediakan produk customized bus. Busnya bisa dilengkapi dengan coffee maker, tempat tidur, dan meja untuk makan dan tempat bermain bagi anak-anak karena terinspirasi dari pengalaman saat mengajak piknik simbah plus cucu-cucunya yang hanya terus duduk dalam perjalanan pasti akan melelahkan. Konsep bus ini sudah dipikirkannya sejak tahun 2008. Saat ini, pengusaha multitalenta ini memang sedang berfokus merevitalisasi public transport.
?Sekarang ini, pengusaha-pengusaha yang besar-besar dan muda-muda sudah meng-create sendiri secara pabrikan. Kalau dulu, saya bikin sendiri, tempat tidur buat sendiri, dibaut sendiri, kursinya saya gergaji sendiri. Sekarang sudah pabrikan dan karoseri semua. Hasilnya bagus-bagus seperti rumah,? jelasnya tentang konsep bus yang mulai berubah mengikuti kebutuhan jaman di Graha AO.
Onny juga bercerita tentang awal konsep membuka restoran yang berkonsep hanggar pesawat dilengkapi dengan pesawat terbang bekas yang dipotong dijadikan panggung, kokpit utuh, berikut dengan dapur, galeri, dan toilet di dalamnya. Konsep ini muncul dari ide anaknya yang kedua, lalu direalisasikan oleh anaknya yang pertama. Restoran ini bernama ?The Captain? yang berlokasi di Jalan Damai, Yogyakarta. Harapannya, restoran ini akan menginspirasi anak-anak dan orang untuk mengenal lebih jauh dan belajar tentang aircraft sembari makan di dalamnya.
?Itulah inspirasi-inspirasi yang muncul sehingga menjadikan kita ini bisa berkarya untuk kepentingan orang banyak berdasarkan inspirasi ide-ide kita sendiri,? tukasnya agar menggali potensi diri.
Bisnis Itu Kerja Tim dan Trust
Sebetulnya, Onny tidak terpikir menjadi pebisinis meski terlahir dari keluarga bisnis. Namun, dengan banyak belajar dari leluhurnya yang orang transportasi dan pemilik bisnis tertua di Yogyakarta, Onny pun ikut juga merintis usaha transportasi sendiri sejak tahun 1994 ketika masih bekerja di bank dan istrinya bekerja sebagai dokter.
Yang mengilhami, bisnis transportasi ini tidak akan tidak dibutuhkan sampai kapan pun. Bisnis transportasi itu unik karena bisnis transportasi selalu berkreasi dan berkembang terus sampai kapan pun. Orangtuanya pun pernah berpesan bahwa kamu sudah kuat belum, kuat pikiran, kuat rasanya, dan kuat uangnya. Ia memulai bisnis dengan satu unit bus bekas dengan menjual mobil. Tentu saja didukung orang tua dan mertua. ?Apapun bentuknya, dukungan orang tua itu sangat penting,? tegasnya.
Onny pun bercerita tentang persoalan yang sering muncul, misal tentang operation saja, kita harus mengelola kru, pengemudi dan pendampingnya. Untuk mengubah mindset menjadi profesional itu melalui proses. Di situlah seninya. Jalan keluarnya dengan pendidikan atau training tentang cara berbicara, adminitrasi, melayani tamu, atau menyapa tamu.
Selain krisis infrastruktur jalan yang terbatas, Ia pun menyinggung tantangan bisnis transportasi darat yang kurang mendapat keberpihakan dari Pemerintah. Bisnis transportasi darat cukup berat karena investasinya cukup tinggi, market share tidak terjaga, dan supply terlampau besar dari demand. Kiat-kiatnya, harus efisien dan me-manage bisnis yang baik. Dia pun membangun bisnis dengan trust atau kepercayaan, serta happy karena menghidupi orang banyak.
?Kalau bicara bisnis itu, bicara kerja tim bukan individu dengan landasan fundamentalnya itu trust. Kamu bisa saya percaya, kamu juga bisa percaya sama saya sebagai top manajemen. Anda sudah saya kasih pekerjaan, tugas Anda sudah jelas, Anda harus memberikan feedback dan laporan yang baik kepada saya apa yang sudah dikerjakan dan tidak boleh menyimpang dari SOP perusahaan,? bebernya.
Onny pun memberikan inspirasi kepada pembaca, yaitu kerjakan apa yang kamu senangi, yang positif dan berguna bagi orang banyak. Untuk yang ingin yang menekuni bisnis transportasi, jangan takut, harus terukur, fokus. Niati, tekuni, pasti jalan. Ilmu-ilmu itulah yang diajarkan pada anaknya.
Ia pun melibatkan Ketzia Laurent, putri pertamanya dalam bisnisnya sekitar empat tahun lalu. Ketzia boleh dibilang sebagai second layer dalam bisnis keluarga untuk mendampingi ayahnya. Tantangan pertama kali yang dihadapi adalah culture karena jarak umur dan generasi yang berbeda dengan Ayahnya lalu memperbaiki sistem dalam perusahaan.
Bagi alumni dari UIC Jakarta ini, bisnis transportasi itu ?heavy tension? karena seorang transporter dituntut untuk bisa standby selama dua puluh empat jam. Berurusan dengan banyak SDM dari berbagai usia dan latar belakang, dengan mesin dan jalan raya, bukan merupakan hal yang mudah baginya, apalagi dirinya adalah seorang perempuan.
?Pada Intinya, selalu membuat sesuatu yang baru dan beda. Itu mulai dari hal terkecil. Masih berfokus pada transport dan kuliner, ? terang Ketzia tentang project bisnis ke depannya.
Sosok Ayah, dalam bisnis, menjadi sosok leader dan mentor bagi Ketzia. Namun, uniknya, Papa Onny ini seringkali menjadi sosok sulit ditebak orangnya, tapi tahu-tahu muncul dengan ide-ide yang tidak ada orang lain yang berpikir seperti itu, jelas Ketzia tentang sosok Ayah.
Untuk memahami apa yang diinginkan Ayahnya karena kesibukan masing-masing yang padat, Ketzia menyiasatinya dengan banyak tanya dan ngobrol. Berbeda dengan Ayahnya, perempuan ini mengakui sebagai orang yang rinci, detail, dan terstruktur.
?Sistem adalah intinya,? tegasnya.
