Yogyakarta, HarianBernas.com – Peneliti Pusat Studi Transportasi dan Logistik (Pustral), Universitas Gadjah Mada (UGM), Dwi Ardianta Kurniawan menyebut harga tanah Yogyakarta dan wilayah sekitarnya terus meningkat tajam, Selasa (13/12).
“Pada wilayah pusat kota seperti Malioboro, harga tanah sudah mencapai lebih dari Rp25 juta per meter, dan wilayah pinggir, seperti Kota Gede berkisar Rp1,5 juta per meter,” terangnya.
Meski harga tanah kian tinggi, tidak mengurangi minat para pembeli, baik investor perumahan maupun pembeli pribadi. Buktinya, masih banyak pembangunan fisik di wilayah Yogyakarta dan sekitarnya.
Tingginya harga tanah di Yogyakarta menunjukkan besarnya permintaan tanah di kota Gudeg ini. Peneliti Pustral ini menyebut beberapa penyebab tingginya harga tanah di Yogyakarta, yaitu:
1.Yogyakarta dan wilayah sekitarnya merupakan kawasan menarik untuk tempat tinggal.
2.Yogyakarta memiliki kesan sebagai wilayah yang nyaman dengan usia harapan hidup yang tinggi.
3.Faktor kenyamanan, faktor fasilitas hidup, terutama pendidikan dapat menjadi motivasi.
4.Faktor kenangan masa lalu juga dapat menjadi pemicu ketika banyak dari mereka yang pernah bersekolah
5.Menghabiskan hari tua atau pensiun nanti.
6.Akibat dari daya tarik yang tinggi sebagai tempat tinggal, kawasan Yogyakarta akhirnya menarik secara bisnis. Pada kawasan yang nyaman dan rekreatif, akan bertumbuh industri kuliner besar.
7.Industri jasa sebagai penunjang juga terus berkembang dengan pesat, seperti jasa laundry, cuci mobil, potong rambut, hiburan, dan sebagainya.
8.Industri yang secara tradisional menjadi unggulan seperti pariwisata dan pendidikan terus bertumbuh kian pesat.
