Yogyakarta, HarianBernas.com – Sosiolog Kriminalitas, Universitas Gadjah Mada (UGM), Soeprapto menyebut kekerasan remaja terjadi karena pengaruh lingkungan sosial yang salah, Kamis (15/12).
Berikut ini, faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya fenomena klitih dari Pakar Sosiolog UGM, yaitu:
1. Ada pengaruh kuat kelompok sepermainan atau 'peer group' ke arah perilaku kekerasan
2. Adanya pengaruh dari motor penggerak, misal kakak kelas dan alumni.
3. Menunjukkan eksistensi diri agar keberadaannya diakui.
4. Ada yang memanfaatkan keadaan psikologis remaja yang sedang berada dalam masa transisi biologis dan sosial.
5. Tindakan kekerasan itu muncul disebabkan kurangnya penanaman nilai budaya dan norma sosial.
6. Mereka tidak dapat membedakan perilaku yang baik dan perilaku yang buruk dan harus dihindari.
7. Penanaman nilai-nilai keagamaan hanya sampai pada sosialisasi, belum sampai ke internalisasi atau penghayatan.
8. Rata-rata seseorang yang gemar melakukan kekerasan memiliki keualitas kecerdasan emosional (EQ) hanya pada level pertama yakni memahami diri sendiri, belum sampai level kedua mampu mengendalikan diri. Apalagi level tiga, memahami orang lain, dan level empat, mengendalikan orang lain.
Kunci pertama, menurut Soeprapto, untuk membenahi akar kasus kekerasan yang dilakukan remaja yang dipengaruhi lingkungan adalah memperkuat pendidikan keluarga. Orang tua harus secara rutin melakukan pengawasan dan memberikan arahan kepada anaknya.
Guru sekolah, juga harus proaktif berperan memetakan persoalan murid-muridnya disertai penegakan hukum yang tidak pandang bulu.
