Yogyakarta,HarianBernas.com– Ekonom dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Tony Prasetiantono menyebut tiga faktor utama untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional, Jumat (16/12)
Berikut ini, ketiga faktor utama tersebut yang diungkapkan dalam acara Indonesia Outlook 2017 di Gedung Poerbatjaraka UGM, Yogyakarta, yaitu:
Faktor pertama adalah dampak kebijakan Presiden AS terpilih Donald Trump yang diperkirakan oleh banyak pengamat dan ekonom bakal mengganggu geliat perekonomian dunia.
Penjelasannya, pengamat dan ekonom dunia memperkirakan bahwa Trump akan mengubah janji-janji kampanyenya ketika menjalankan Pemerintahan AS karena cukup berbeda kepemimpinan di bidang bisnis dengan pemerintahan.
Faktor kedua adalah dampak geliat dari harga komoditas utama Indonesia seperti kenaikan harga di sektor minyak dan gas yang berdampak signifikan pada kenaikan harga batu bara.
Pelaku usaha batu bara akan mulai dapat menikmati hasil usahanya yang beberapa waktu terakhir tidak mampu bangkit dari kisaran angka sekitar 50-an dolar AS. Namun kini, harga batubara sudah mencapai angka di atas 100 dolar AS sehingga memberikan pengharapan untuk mendapatkan kenuntungan optimal.
Faktor ketiga adalah dampak pemberlakuan pengampunan pajak atau 'tax amnesty' kepada masyarakat luas agar terus dikembangkan.
Bagi Tony, ketiga faktor utama itu menjadi peluang bagi Pemerintah Indonesia untuk menjaga dan menaikan pertumbuhan nasional di atas target.
