Sleman, HarianBernas.com- Pemerintah Kabupaten Sleman, Yogyakarta terus berupaya melakukan langkah yang tepat untuk menjaga stabilitas harga sejumlah komoditi, Rabu (11/1).
“Beberapa jenis kebutuhan pokok seperti bawang merah dan cabai, produksinya minim sehingga harus dipasok dari daerah lain,” jelas Ambarwati, Kepala Bagian Perekonomian Setda Kabupaten Sleman.
Menurut Ambarwati, kondisi ini terjadi karena hujan yang turun terus-menerus dan organisme pengganggu tanaman.
Langkah strategis yang telah dilaksanakan dalam rangka menjaga stabilitas harga adalah menjalankan program Percepatan Penganekaragaman Konsumsi Pangan-Kawasan Rumah Pangan Lestari (P2KP-KRPL). Rinciannya, yaitu:
Pertama, pemanfaatan lahan pekarangan untuk budi daya tanaman buah dan sayur ( Sampai saat ini telah dilaksanakan oleh 17 kelompok di 17 kecamatan).
Kedua, kegiatan strategis lain berupa budi daya perikanan, peternakan jenis unggas, dan hewan ternak sedang.
Ketiga, pihaknya juga melakukan pengembangan tanaman cabai seluas 115 hektare. Harapannya, hasil panenannya bisa menambah stok cabai di pasaran sehingga bisa berdampak pada harga.
Keempat, di Kabupaten Sleman saat ini terdapat enam Toko Tani Indonesia yang tercatat telah menyalurkan beras dari tiga gapoktan sebanyak 22 ton dengan harga Rp 7.900 per kilogram.
Kelima, menjalankan program inisiasi beras bagi pegawai sebagaimana diterapkan di Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan, yang menjadi bagian dari program penggunaan produk lokal.
Keenam, Pemkab dengan para pengusaha dan UKM menandatangani MoU untuk mengutamakan pemanfaatan produk lokal dan menyediakan produk yang berkualitas.
