HarianBernas.com – Dalam aksi unjuk rasa di Korea Selatan menuntut pemakzulan Presiden Park Geun Hye, seorang biksu melakukan aksi membakar diri. Kondisi biksu tersebut kritis setelah aksi tersebut, kata para pejabat Minggu (8/1).
Aksi bakar diri yang dilakukan biksu yang berusia sekitar 60-an dilakukan ketika ratusan aksi masa turun ke jalan untuk menuntut pemakzulan Park.
Sesuai dilansir AFP, kantor berita Yonhap melaporkan, bahwa biksu tersebut meninggalkan sebuah catatan penting yang berisi mengenai desakan agar presiden ditangkap karena terlibat skandal dan pengkhianatan.
Gelombang unjuk rasa dan kemarahan publik di Korsel dipicu dari pemakzulan Park atas keterlibatannya dalam skandal. MahkamahKonstitusi kini harus mempertimbangkan apakah akan menyetujui atau tidak pemakzulan itu.
Menurut Yonhap, Park juga mendapat kecaman dari biksu yang melakukan aksi membakar diri tersbut. Park dinilai sebagi pengkhianat karena telah melakukan kesepakatan dengan Jepang untuk kompensasi perbudakan seksual selama Perang Dunia II.
Biksu tersebut masih dalam keadaan kritis karena mengalami luka bakar disekujur tubuhnya dan kondisinya
