HarianBernas.com-Bagi Moh. Fuad Bustomi Zen, ST, MT, saat ini banyak orang yang mempunyai kemampuan yang besar, tetapi hanya memberikan sedikit yang dimiliki, tentu sangat disayangkan. Dalam menjalankan profesi konsultan tidak hanya mengejar nilai kontrak saja, tetapi harus mampu memberikan sesuatu yang bermanfaat.
?Manfaat yang paling rendah adalah bisa digunakan sebagai tempat mencari nafkah para pegawainya. Manfaat terbesar adalah bisa memberikan sumbangsih yang berharga bagi pembangunan di Indonesia,? terangnya kepada Harian Bernas.
Bagi sarjana teknik sipil ini, ada banyak pihak yang mendukung pencapaiannya saat ini.
?Pertama, tentu orangtua yang telah menanamkan keyakinan untuk mengenyam pendidikan setinggi mungkin dan doa-doa yang senantiasa dipanjatkan untuk anak cucunya. Kedua, istri dan anak-anak yang mendukung sepenuhnya pilihan hidup dan karir yang telah dipilih. Ketiga, Prof. Sudjarwadi, yang telah memilih saya sebagai asisten dan mengenalkan dunia riset dan jasa konsultan,? jelasnya.
Lulusan magister teknik UGM ini menyebut karena sering kerja bersama dengan Prof Sudjarwadi, ia banyak belajar berbagai hal antara lain cara menyelesaikan masalah, membuat keputusan, menjalin network, menyusun laporan, presentasi, dan sebagainya. Lingkungan di sekitar pria kelahiran Jepara ini pun sangat kondusif, seperti lingkungan keluarga yang sangat mendukung dan kawan-kawan yang juga mengapresiasinya.
Pakar hidrologi ini memiliki hobi membaca dan travelling untuk mendukung apa yang dikerjakannya saat ini sebagai konsultan. Meski mengakui tidak mempunyai idola, ia banyak belajar dari berbagai tokoh, baik yang ketemu secara fisik maupun tidak pernah ketemu hanya dari buku-buku yang saya baca.
?Penulis buku yang saya baca dan saya anggap sebagai tokoh yang berpengaruh seperti Stephen R. Covey melalui bukunya The 7 Habits of Highly Effective People. Edward de Bono dalam bukunya Berpikir Kreatif dan Hermawan Kertajaya melalui bukunya Marketing Yourself, Kiat Sukses Meniti Karir dan Bisnis, dan banyak lagi yang tidak saya sebutkan satu per satu,? bebernya tentang beberapa nama penulis dan judul buku.
Profesinya sebagai konsultan dan dosen tamu mengingatkan cita-citanya yang sederhana sewaktu masih kecil, yaitu menjadi manusia yang berguna. Kini, ia pun memberikan kemampuan puncaknya agar berguna dan bermanfaat untuk manusia yang lainnya.
Berkarir Sebagai Tenaga Ahli Konsultan, Pilihan yang Tidak Sengaja
Pilihan karir sebagai tenaga ahli konsultan ataupun owner konsultan merupakan pilihan secara tidak sengaja.
?Pada awalnya sekitar tahun 1992, sebagai asisten Prof Sudjarwadi di Teknik Sipil UGM, saya diminta untuk terlibat dalam kegiatan penelitian dan melaksanakan kegiatan jasa konsultan sumber daya air. Setelah lulus tidak melamar kerja ke mana-mana tetapi tetap mengabdikan pada diri pada tim back up konsultan Studio Mino yang dibentuk oleh Prof Sudjarwadi,?paparnya.
Setelah 14 tahun bekerja bersama tim back up konsultan Studio Mino, pada tahun 2006, ia mengundurkan diri dan membentuk badan usaha PT. Adiguna Mitra Terpercaya Consultants. Ketika memutuskan untuk mundur dari tempat kerja sebelumnya dan membuat badan usaha konsultan inilah yang menjadi titik balik karirnya hingga sekarang ini.
Di bawah usaha konsultannya ini, staf pengajar tamu Jurusan Teknik Sipil FTSP UII ini merasa tertantang untuk bisa membina karyawan yang berlatar belakang biasa-biasa saja menjadi luar biasa. Anggota Himpunan Ahli Teknik Hidraulik Indonesia (HATHI) pun menceritakan tentang tantangan yang sering dihadapi.?Melaksanakan pekerjaan yang kompleks, memiliki nilai strategis, hal baru, dan belum pernah dilakukan sebelumnya,? bebernya.
Untuk menyikapi tantangan itu, pria kelahiran Jepara ini pun meningkatkan pengetahuan, mencari informasi terbaru, diskusi dengan ahlinya, serta meningkatkan kapasitas tim untuk melaksanakan pekerjaan. Ia pun mencoba membangun habit dalam pekerjaannya dengan berusaha memahami subtansi pekerjaan dan tugas-tugas yang harus dilaksanakan di awal, memahami keluaran pekerjaan, melaksanakan dengan sungguh-sungguh, dan berusaha menyelesaikan dua minggu lebih cepat sebelum masa tenggat habis.
Inspirasi yang ingin dibagikan Profesional Madya Sumberdaya Air ini adalah menjadi seorang konsultan tidak hanya sekadar menjalankan tugas yang diberikan oleh klien dan memperoleh fee dari hasil melaksanakan tugas tersebut, akan tetapi harus mempunyai nilai bahwa yang dilakukan sesungguhnya akan memberikan manfaat.
Alumni UGM pun memiliki impian tersendiri, yaitu ingin menggerakkan generasi muda untuk menyenangi dan menekuni bidang konsultan. Karena untuk saat ini SDM yang menekuni bidang konsultansi masih sangat terbatas. Saat ini rasio antara ketersediaan SDM konsultan dengan kegiatan pembangunan infrastruktur yang membutuhkan sentuhan para konsultan masih sangat timpang.
Untuk itu, ia ingin menyerahkan pengelolaan perusahaan kepada generasi yang lebih muda agar lebih progresif dan fokus sebagai expert, serta memotivasi dan menyiapkan kader-kader muda calon tenaga ahli konsultan.
