YOGYAKARTA, HarianBernas.com — Kota Yogyakarta pada Bulan Januari mengalami inflasi sebesar 1,24 persen. Komoditas yang paling mempengaruhi terjadinya inflasi tersebut adalah biaya perpanjangan STNK.
“Biaya perpanjangan STNK naik 104,43 persen dengan memberi andil sebesar 0,31 persen,” kata Kepala Badan Pusat Statistik BPS DIY, JB Priyono di kantornya, Yogyakarta, Rabu (1/2/17).
Dia menerangkan, pemgurusan STNK dikelola oleh biro jasa pengurusan dan kepolisian. Menurutnya, Yang signifikan tarifnya ada kenaikan adalah di kepolisian. “Itu kan temporer, harapannya bulan depan tidak naik,” Priyono.
Priyono melanjutkan, komoditas lainnya yang mempengaruhi inflasi adqlah tarif pulsa ponsel, angkutan udara, tarif listrik, dan bensin. Sedangkan, komoditas yang menahan terjadinya inflasi adalah bawang merah, telur ayam ras, bayam, tarif kereta api, dan cabai merah.
Priyono menjelaskan, inflasi tersebut juga disebabkan adanya kenaikan harga-harga yang menyebabkan berubahnya angka indeks harga konsumen (IHK). Pada bulan Januari, kata dia, kelompok pengeluaran mengalami kenaikan angka indeks, di antaranya kelompok makanan naik 0,42 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok, tembakau naik 0,82 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar naik 0,42 persen; kelompok sandang naik 0,73 persen; kelompok kesehatan naik 0,11 persen, serta kelompok tranaportasi, komunikasi, dan jasa keuangan naik 5,22 persen.
“Sedangkan kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga turun 0,05 persen,” kata Priyono.
Diketahui, laju inflasi, Kota Yogyakarta tahun kalender 2016 (Januari 2017 terhadap Desember 2016) sebesar 1,24 persen. Sedangkan laju inflasi year on year (Januari 2017 terhadap Januari 2016) sebesar 3,01 persen.
Priyono juga menerangkan, dari 82 kota yang dihitung angka inflasinya, seluruh kota IHK mengalami inflasi. “Inflasi tertinggi terjadi di Kota Pontianak sebesar 1,82 persen, sedangkan inflasi terkecil terjadi di Manokwari sebesar 0,10,” ujarnya.
