YOGYAKARTA, HarianBernas.com – Pesawat Garuda B-737 NG dengan nomor penerbangan G258 yang tergelincir saat mendarat di Bandara Adisutjipto pukul 19.50 WIB mengangkut 117 penumpang, termasuk empat anak balita dan 5 awak kabin. Pesawat yang dipiloti Capten Pilot Rio Kurnia dengan nomor registrasi PK GNK rute Jakarta-Yogyakarta saat mendarat keluar landasan dari arah runway 09 dengan kondis hujan lebat.
Dalam peristiwa itu, crew dan awak pesawat maupun para penumpang selamat. Tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut, kecuali ada trauma psikologis yang dialami beberapa penumpang.
Menurut Komandan Pangkalan TNI AU Adisutjipto Yogyakarta Marsekal Pertama TNI Novyan Samyoga dalam jumpa pers usai pesawat tergelincir mengatakan, kondisi cuaca saat pesawat mendarat masih dalam parameter. “Pada pukul 19.50, pesawat tergelincir keluar landasar di runway 09 dengan visibility 2.000 meter dengan kecepatan angin 6 sampai 10 knot sehingga semua dalam parameter,” kata Novyan Samyoga kepada wartawan di Bandara Adisutjipto, Rabu (1/2/2017).
Dikatakan, dengan kondisi cuaca hujan ada hal tertentu yang membuat badan pesawat keluar landasan. Pesawat tersebut tergelincir sekitar 700 meter dari runway 2 atau sekitar 1.500 meter dari awal pesawat menyentuh landasan.
Menurut Novyan Samyoda, dalam peristiwa itu semua penumpang selamat dan bisa turun dari pesawat dengan normal menggunakan tangga evakuasi meski ada beberapa yang sempat histeris. “Runway sempat ditutup untuk keberangkatan dan penerbangan karena psoisi pesawat terlalu dekat karena lokasi tergelincir dekat dengan 'runway',” kata Novyan Samyoga.
Menurut Novyan, kondisi ini sangat krusial sehingga terpaksa dilakukan tindakan cepat. “Badan peswat segera dievakuasi agar landasan segera bisa dibuka kembali,” kata Novyan.
