HarianBernas.com-Berikut ini pertanyaan di toko online yang sering muncul, yaitu Bisa COD nggak Sis?, Bisa lihat dulu barangnya Sis? Beda nggak ya sama aslinya Sis?, Alamat tokonya di mana Sis? Bagi para pelaku penjual online di Indonesia, pasti sudah akrab sekali dengan kalimat tanya tersebut.
Kata “Sis” di sini berarti sister yang artinya perempuan. Jadi, sebagian besar pelaku jualan online ini memang para wanita dan sasaran mereka juga ya para wanita. Hmmm, fakta ini menarik bukan? Dunia bisnis online saat ini ternyata masih didominasi oleh para wanita yang sebagian besar juga gaptek, baik si penjual maupun si pembeli. Itulah yang menjadi penyebab kalimat tanya seperti yang sudah disebutkan muncul.
Fenomena jualan online di Nusantara ini pun cukup unik. Hal serupa mungkin juga terjadi di negara-negara berkembang lain. Berdasarkan pengalaman saya melakukan jualan online, bisa dikategorikan menjadi dua. Untuk lebih detailnya, saya sudah tulis di blog pribadi saya www(dot)indonesiakuhebat(dot)com.
Tipe yang pertama adalah tipe semi online. Nah, tipe ini bisa dibilang tipe jualan online yang setengah-setengah, yaitu setengah online dan setengah konvensional. Tipe ini hanya bisa dilakukan oleh orang-orang pekerja keras. Kenapa? Karena dalam berjualan online, para pelaku semi online ini biasanya berjualan melalui media sosial dan dikerjakan langsung oleh pemilik, baik itu menjawab pertanyaan perlanggan maupun orderan sampai pengiriman. Jadi, mereka melakukan semuanya tanpa sistem. Uniknya, entah kenapa, pelanggan-pelanggan tipe ini adalah orang-orang yang juga awam tentang online. Maksudnya, kita posting satu barang di medsos, kemudian mendapat respon dari pelanggan di medsos “Tokonya di mana Sis, bisa liat barangnya ke sana gak?”, “Bisa ketemuan di mana sis?” “Bisa bayar setelah barang diterima gak sis?”. Nah kebayangkan, bagaimana ribetnya dan rempongnya melayani pelanggan tipe ini
Tipe yang kedua adalah tipe full online. Kalau tipe ini, semua kegiatan dilakukan hampir 90 persen online. Para pelaku full online ini kebanyakan dilakukan oleh orang-orang IT atau yang belajar IT. Jadi, sangat jarang dilakukan oleh para emak-emak, wanita, atau ABG yang saya contohkan sebelumnya. Tipe ini seperti toko-toko e-commerce yang marak beredar sekarang ini. Ada juga sebagai affiliator (berjualan dengan menjadi afiliasi) dan ada juga yang menggunakan website, blog, bahkan medsos. Khusus di media sosial ini, ada perbedaan yang mendasar antara tipe semi online dan tipe full online. Kalau tipe semi online, penjual bersedia entah bagaimana caranya untuk memenuhi permintaan pelanggannya untuk COD atau berkunjung ke rumah kita. Saya katakan rumah karena biasanya sebagian besar pelaku tidak memiliki toko, lalu untuk tipe full online adalah hal-hal yang sifatnya urgent dan segala proses harus melalui website atau blog yang mereka buat.
Nah, seperti itulah tipe-tipe jualan online di Nusantara ini. Kalian tipe yang mana?
