HarianBernas.com-Berbicara dengan Coach Yohanes G. Pauly, terasa sekali aura FUN dan semangatnya. Bicaranya ringan, tapi berisi dengan kata-kata yang sangat inspiratif dan menggerakkan hati. Ia pernah dipercaya untuk memegang bisnis Top 500 Global Companies, bukan hanya untuk Indonesia, tapi juga untuk Asia Tenggara, bahkan Asia Afrika.
Karir dan pencapaiannya luar biasa mulai dari Astra Internasional, Anlene, Pepsi-Cola, Unilever, hingga Danone. Posisi terakhirnya adalah sebagai Marketing Director di Danone Aqua di usianya yang relatif muda, yaitu 32 tahun. Lalu ia memutuskan ingin menjadi seorang entrepreneur. Belajarlah ia ke mancanegara, menjadi seorang Business Coach dan mencapai peringkat nomor 1 Business Coach Terbaik Tingkat Dunia di Top 100 Business Coach in the World.
Ia mendirikan GRATYO Practical Business Coaching yang dinominasikan oleh Frost & Sullivan sebagai Indonesia Consulting Company of the Year dan masuk ke Top 10 Business Coaching Company in the World.
Tidak disangka bahwa pria berpakaian necis dengan pencapaian tingkat dunia ini lahir di keluarga yang miskin, memiliki seorang Ayah yang punya banyak tato di dada namun berjuang luar biasa membawa keluarganya menembus dinding kemiskinan, Ibu yang membantu ekonomi keluarga dengan memotong patron-patron pakaian di lantai. Coach Yohanes sendiri lahir dengan satu tangan yang tidak dapat diangkat, dan NEM SD-nya adalah salah satu yang terendah di sekolahnya.
?Jadi ibaratnya, seperti paket miskin komplit, begitu,? katanya mengenang saat ia lahir dan masih anak-anak dulu.
NEM SD terendah itulah yang menjadi salah satu turning point-nya. Ia mulai giat belajar, sehingga mendapatkan ranking 3 di SMP, lalu ranking 1 di SMA dan lulus sebagai lulusan terbaik di SMA-nya. Ia lalu mendapatkan beasiswa untuk masuk ke universitas bisnis dan akhirnya lulus dengan summa cum laude sebagai lulusan terbaik dari universitasnya tersebut.
Mimpinya sejak kecil adalah ingin menjadi Marketing Director di perusahaan multinasional. Ia sangat suka dengan Marketing dan Branding sejak kuliah. Banyak mukjizat dari Tuhan yang dialaminya, mulai dari seorang mahasiswi yang memberitahukannya bahwa Astra Internasional Pusat sedang mencari orang-orang pintar, hingga bagaimana ia dipertemukan dengan bidang usahanya sekarang melalui seorang yang terus menerus mengatakan bahwa ia akan sangat baik kalau menjadi seorang Business Coach.
?Dulu, sekitar 7-8 tahun yang lalu, kalau kita bicara mengenai business coaching, maka bukan tidak mungkin ada yang nyeletuk, coaching-nya apa, coaching Angora atau coaching Persia? Hahaha… itu kucing, Bu…? katanya sambil tertawa. Namun semakin ke sini, semakin banyak para Pemilik Bisnis dan juga Perusahaan Besar yang semakin mengerti betapa pentingnya punya seorang Business Coach.
Dari sejak kecil, Ayah dan Ibu-nya selalu mengajarkan bagaimana harus berjuang dengan semangat tinggi. Ia ingat saat usianya sekitar 8 tahun atau SD kelas 2, ia bersama Ibunya membawa album-album foto dan berjalan menyisir rumah-rumah yang ada untuk menawarkan jasa membuat pagar dan tralis rumah. Ayah dan Ibunya saat itu memiliki usaha kecil bengkel las. Ia dengan rajin mengetuk dari pintu ke pintu, menanyakan apakah mau buat tralis atau pagar.
?Kadang-kadang yang keluar kan bukan orang, tapi anjing… hahaha… untungnya saya sering dengar gonggongan anjing, jadi tahu juga bahasa anjing…? katanya bercanda lagi.
Pembelajaran terbesarnya saat itu adalah bahwa betapa pentingnya kita untuk terus mengetuk dari pintu ke pintu, selalu semangat, bukan mudah menyerah. Itulah yang sering diingatkan dalam menjalankan bisnisnya sekarang.
Coach Yohanes G. Pauly percaya bahwa ?Belajar dari pengalaman sendiri adalah guru yang terbaik? itu kurang tepat. Ia percaya ?Belajar dari pengalaman orang banyak adalah guru yang terbaik.?
Untuk itu, ia belajar dari begitu banyak guru praktis tingkat dunia, terbang New York belajar langsung dengan Anthony Robbins yang dikenal sebagai World?s No. 1 Success Coach, terbang ke Las Vegas untuk belajar bisnis dari Brad Sugars, ketemu langsung dengan Robert Kiyosaki yang mengarang buku mega best seller dunia ?Rich Dad Poor Dad?, bahkan ia belajar juga dari ?Rich Dad?-nya Robert Kiyosaki, yaitu Keith J. Cunningham, belajar Leadership dari Marshall Goldsmith yang dikenal sebagai World?s No. 1 Leadership Thinker, dan masih banyak lagi.
Ia sering membagikan Formula Sukses Praktis di Sekolah Kehidupan, yang biasa disebut BAR^G. Ia percaya semua dimulai dari B (Belief) atau keyakinan, lalu dikalikan dengan A (Action atau tindakan), juga dikalikan dengan R (Response atau tanggapan). Namun, yang paling penting dari semuanya, kita harus hidup mengandalkan G (God atau Tuhan) makanya formulanya adalah (B x A x R ) ^ G. Kita tidak bisa mengandalkan kekuatan sendiri, tapi dengan kekuatan dari Tuhan, kita bisa hidup lebih dari pemenang. Hidup Lebih dari Pemenang bagi seorang Coach Yohanes G. Pauly adalah hidup menjadi kepala bukan ekor, selalu naik bukan turun, dan bersama Tuhan segala sesuatu pasti bisa.
Ia sangat bersyukur Tuhan begitu baik dalam hidupnya. GRATYO Practical Business Coaching berkembang dengan luar biasa, bahkan begitu banyak calon customers yang sampai antri mau dibantu oleh para Certified Business Coach dari GRATYO. Mereka adalah para high calibre individual yang disaring langsung dan lulus setelah mengikuti GRATYO Business Coach Certification & Training, yang dibawakan langsung oleh Coach Yohanes G. Pauly sebagai Founder, CEO dan Master Coach di GRATYO Practical Business Coaching.
Kantor Pusat GRATYO Practical Business Coaching berada di Jakarta dan terus merambah kota-kota di Indonesia, bahkan akan mendunia. Mulai dari Surabaya, juga akan ke Bandung, Medan, dan Makasar dalam waktu dekat ini. Bagi Anda yang ingin mengenal Coach Yohanes G. Pauly lebih lagi dapat melihatnya di YohanesGPauly.com dan untuk dibantu oleh GRATYO Practical Business Coaching dapat menghubungi langsung di nomor telepon (021) 4587 1017, atau SMS ke 0812 8010 8823, atau e-mail ke info@gratyo.com, atau langsung ke Gratyo.com.
