HarianBernas.com – Perlahan tapi pasti, kekuasaan ISIS atas Irak berhasil dipangkas. Pudarnya kekuatan ISIS di negara kaya minyak tersebut turut membawa dampak lain. Public Radio International memberitakan kalau toko miras (minuman keras) di kota Qaraqosh kembali beroperasi lima bulan setelah ISIS meninggalkan kota di Irak utara tersebut.
Sebelum ISIS datang, kota yang juga dikenal dengan nama lain Bakhdida tersebut berpenduduk mayoritas Kristen. Mereka semua mengungsi meninggalkan kota ketika ISIS pertama kali datang menguasai Qaraqosh di tahun 2014. Ibrahim Noel adalah salah seorang warga Qaraqosh yang kembali ke kota tersebut setelah ISIS berhasil diusir oleh operasi militer pasukan koalisi.
Noel menjelaskan kalau ia menjalankan toko miras saat Qaraqosh belum ditaklukkan oleh ISIS. Ketika Noel kembali ke Qaraqosh, ia menemukan kalau bangunan tokonya sudah berubah menjadi puing-puing. Ia pun menghabiskan waktu 20 hari untuk membangun kembali tokonya dan berjualan miras.
Toko miras milik Noel merupakan satu dari sedikit toko yang kembali beroperasi di Qaraqosh pasca mundurnya ISIS. Masih banyak warga Qaraqosh yang ragu untuk kembali ke kota asalnya karena hanya sekitar 32 km dari kota tersebut, perang memperebutkan kota Mosul masih berkecamuk hingga sekarang.
Noel memaparkan kalau banyak dari pengunjung tokonya berasal dari kota Mosul yang sebagian wilayahnya masih dikuasai oleh ISIS. Salah satu di antara mereka bahkan mengaku baru saja meninggalkan Mosul 1 jam sebelumnya dan langsung mampir ke toko milik Noel karena tidak pernah lagi meminum miras sejak Mosul dikuasai oleh ISIS. Noel lantas berharap kalau seiring dengan makin banyaknya orang yang datang kembali ke Qaraqosh, bisnisnya akan semakin membaik.
