HarianBernas.com ? Melepaskan balon secara beramai-ramai ke udara adalah sepintas terlihat menyenangkan. Namun Marine Conservation Society (MCS) yang berbasis di Inggris memiliki pandangan berbeda. Lembaga tersebut meminta supaya acara pelepasan balon di tempat terbuka segera dilarang.
Anggota MCS yang bernama Emma Cunningham memaparkan alasan di balik wacana pelarangan balon tersebut. Menurut Cunningham, balon terbuat dari bahan karet yang sulit terurai. Jika balon yang kehabisan udara jatuh ke laut lepas, butuh waktu setidaknya empat tahun sebelum balon tadi benar-benar hancur terurai.
Cunningham menambahkan kalau di tahun 2016, jumlah sampah balon yang terdampar di pantai naik hingga 53 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Padahal hanya 13 persen dari sampah balon tersebut yang hancur menjadi potongan-potongan kecil. Sementara sebagian besarnya berada dalam kondisi relatif utuh sehingga hewan laut yang memakan sampah balon ini bisa mati akibat tercekik.
Sejauh ini sudah ada 50 daerah (county) di Inggris yang setuju untuk melarangan acara pelepasan balon dan lentera terbang. Pelarangan acara pelepasan balon sendiri bukan hanya berlaku di Inggris semata. Negara bagian New South Wales dan Queensland di Australia sudah melarang acara demikian. Sementara kalau di AS, larangan serupa berlaku di negara bagian Florida, Virginia, Connecticut, Tennessee, Texas, serta California.
