HarianBernas.com – Harimau Tasmania atau thylacine adalah hewan khas Australia yang diberi nama demikian berkat motif bulunya yang bergaris-garis layaknya harimau. Hewan ini sudah tidak bisa lagi ditemukan sejak tahun 1936 akibat mengalami kepunahan total. Namun masih ada orang yang berharap kalau hewan berkantung ini belum benar-benar punah.
Selama ini ada sejumlah saksi mata yang menyatakan kalau mereka pernah melihat harimau Tasmania yang masih hidup. Namun klaim kesaksian tersebut umumnya dianggap hasil salah lihat semata. Anjing dan kucing liar adalah hewan yang paling sering dikelirukan sebagai harimau Tasmania.
Demi menghindari kasus salah lihat dan mendapatkan informasi akurat mengenai penampakan harimau Tasmania, proyek ambisius pun digelar oleh tim peneliti pimpinan Bill Laurance. Mereka bakal memasang 50 kamera di Semenanjung Cape York di Australia utara. Pemasangan kamera di wilayah tersebut didasarkan dari laporan kesaksian yang dikumpulkan oleh Laurance.
Menurut Laurance, deskripsi dari para saksi tidak cocok dengan hewan Australia manapun yang masih hidup. Ia pun berasumsi kalau bisa jadi yang dilihat oleh para saksi tersebut aslinya adalah harimau Tasmania yang masih hidup. Namun Laurance juga mengakui kalau peluang untuk mendapatkan dokumentasi harimau Tasmania di alam liar sangatlah tipis.
Patrik Shears selaku polisi hutan Australia juga berkeyakinan kalau harimau Tasmania belum punah. Shears mendasarkan keyakinannya pada kesaksian penduduk Aborigin yang mengaku pernah melihat hewan yang menurut Shears adalah harimau Tasmania. Suku Aborigin menyebut hewan tersebut sebagai harimau cahaya bulan yang hanya bisa diamati dari jarak tertentu jika orang yang melihatnya tidak membuat gerakan atau suara sama sekali.
Saat masih hidup, harimau Tasmania merupakan hewan karnivora berkantung terbesar di dunia. Namun masuknya hewan-hewan pesaing seperti dingo menyebabkan populasi harimau Tasmania kian menurun hingga akhirnya benar-benar dinyatakan punah. Harimau Tasmania memiliki moncong yang panjang layaknya anjing dengan motif loreng-loreng di bagian punggung hingga pangkal ekornya.
