HarianBernas.com – Arnold Sigit Saputra merasakan bidang pekerjaan yang berbeda saat ini karena dulu yang ditangani berupa benda mati, tapi kini yang dihadapi benda hidup alias manusia. ?Dulu, saya urus benda mati. Sekarang, hidup. Dulu, saya maintain and develop alat berat, komponen, serta logistiknya dan itu one way. Sekarang, saya develop manusia dan itu 2 ways (dua arah). Barang nggak bisa protes, tapi manusia pasti. Ini menarik,? ungkapnya ke Harian Bernas (1/3).
Banyak pengalaman unik yang dirasakannya dalam melakukan development untuk setiap orang di beberapa perusahaan yang berbeda, dari mulai develop OB hingga develop para leader. Yang unik lagi, ia pernah mengajar di suatu bangunan/bedeng beratapkan seng dan di tengah tambang batubaru yang panasnya wow! 1 batch saja bikin bajunya basah karena keringat bercucuran. Baginya, pekerjaannya saat ini menarik dan menyenangkan karena membuat pintar orang. ?Minterin orang itu keren dan amalan yang ngalir terus,? imbuhnya.
Seiring waktu, alumni Universitas Pancasila ini memiliki pengalaman yang berkesan dengan bidang pekerjaannya saat ini, yang disebutnya People Development ini. Ia pernah mendevelop OB yang sudah bekerja puluhan tahun di perusahaan. Setelah training, dia (OB) sangat senang karena itu adalah hal baru dan pertama kali seumur hidupnya. ?Keunikan dari demografinya yang berbeda sangat saya nikmati. Develop OB yang dalam Training Achivement Motivation misalnya, ini mememerlukan metode khusus dan roleplay yang sangat tradisional, tetapi ber-impact yang besar pada mereka, misalnya saat roleplay, mereka dengan pola pikir yang unik dari setiap peserta menjadi keseruan dalam training dan pastinya ini menjadi pengalaman baru serta memotivasi mereka dalam kesehariannya. Beda lagi dengan para leader yang pola pikir serta gayanya harus kita arahkan sesuai dengan teori yang ada, ini akan sulit jika tidak menjalankannya secara 2 ways sambil bercerita tentang experiences and exercise. Itu demografi dari peserta,? tuturnya panjang.
Training Manager di Grab ini menerangkan tentang alasan terus menekuni bidang pekerjaan saat ini. ?This is my passion. Bidang ini luar biasa lho. Bidang yang membuat saya mengenal banyak jenis dan tipe orang di sekitar saya. Bidang yang bikin saya selalu update terhadap perkembangan dunia dan teknologi karena trainer dianggap harus mengerti segalanya. Bidang yang penuh dengan pahala karena pekerjaan ini adalah ibadah. Bidang yang menyenangkan apabila melihat peserta senang karena segala hal yang absurd sebelum training sudah terjawab. Bidang yang tidak semua orang bisa ada di sini karena butuh passion, skill, dan kesabaran pastinya,? urainya.
Alumni Politeknik Negeri Bandung juga sering menjumpai permasalahan-permasalahan di bidang pekerjaannya. ?Masalah pertama, kalau saya nggak bisa sekreatif-kreatifnya. Selanjutnya, orang-orang yang di develop tidak sadar pentingnya pengembangan diri itu. Yap, masalah dalam training memang back to awareness as individual and his leader. Kesadaran akan butuhnya pengembangan memang pertama kembali ke diri kita masing-masing karena sebagian besar orang menganggap training adalah sarana untuk refresh dan bebas pekerjaan, lalu mengejar konsumsi dan sertifikat, kemudian sebagai syarat kenaikan jabatan, dll. Hey, training bukan hanya untuk itu, tetapi lebih mendalam dan sarana menipiskan gap kompetensi agar lebih kompeten. Makanya, biasanya setelah training berjalan diadakan assesment untuk memastikan perubahan behaviournya. Lagi leader sangat berperan atas ini, menentukan, serta sadar atas IDP (Individual Development Plan) setiap subordinatnya, juga menjadi rolemodel agar efektifitas training meningkat serta behaviour benar-bernar dapat diubah,? paparnya.
Mantan Learning & Organization Development Section Head PT Kobexindo Tractors Tbk ini juga membeberkan tentang tantangan yang akan dihadapainya ke depan di bidang pekerjaannya. ?Digital era and disruption, ini adalah tantangan hebat yang harus dimenangkan. Tantangan dalam development program itu banyak sekali apalagi sekarang mulai masuk millenials era atau eranya para gen Y mulai menjadi leader-leader di suatu perusahaan. Nah, tipe dan gap antara gen Y dengan gen X ini cukup berbeda. Oleh karena itu, harus dibuat match agar kerjasamanya tetap solid. Di sini, salah satu tugas development, yaitu menjelaskan bahwa ada lho hal yang seperti ini dan bisa menurunkan engagement para karyawan terutama para gen Y. Dengan adanya peran development maka dapat menjelaskan tips and trik bekerjasama dengan tim yang berbeda generasi, adanya proseas mentoring, culture games, dan lain sebagainya,? bebernya.
Ia pun meyakini bahwa di era digital saat ini tidak bisa mengandalkan in class training lagi, yang sudah sangat jadul. Perkembangan teknologi pastinya mengubah gaya belajar setiap orang, misalnya dengan online training, sosmed learning, group discussion dan banyak lainya. ?Trainer ataupun leader tidak terbatas lagi oleh jarak karena banyak metode belajar yang saat ini bisa di kembangkan, bahkan ada yang namanya reverse mentoring. Ini adalah para senior mentoring junior dengan metode tertentu untuk meningkatkan individual performance pastinya,? ujarnya.
Trainer ini pun meyakini bahwa bidang pekerjaannya ini penting dilakukan dan dibagikan kepada masyarakat. ?Jelas ini adalah salah satu dakwah modern untuk meningkatkan knowledge dan mengubah perilaku dari buruk atau biasa saja menjadi perilaku yang menyenangkan orang sekitar. Seperti cerita sebelumnya, setiap orang punya keunikan dan kecerdasan masing-masing maka di sinilah peran development ada, bukan hanya sebagai salah satu jabatan di suatu perusahaan melainkan harus dijadikan bakti untuk masyarakat, menyebarkan ilmu seperi yang saya jelaskan sebelumnya. Tidak hanya in class, yang itu udh jadul banget, tapi manfaatkan semua teknologi yang ada, misalnya menulislah dan share ke grup ke komunitas atau BC ke contact yang ada di list contact Anda, share pengalaman positif, serta berbagai ilmu yang Anda miliki. Karena semakin banyak ilmu di share maka ilmu itu akan terus bertambah bukan berkurang apalagi dengan cara ini membuat orang lain terpacu untuk melakukan hal yang sama maka terjadilah yang kita sebut dengan learning environtment, luar biasa!? terangnya.
Atas apa yang dicapainya saat ini, ia tak lupa dengan peran banyak pihak seperti dari mentor-mentor hebat yang selalu ada dan siap support, community networking, dan peran subordinat yang unik-unik sehingga melatih gaya leadership. Ia pun memiliki motto untuk mengiringi perjalanan hidupnya, yaitu Anakku Harus Bangga Siapa Ayahnya. ?Create a something great and to be useful for around of you,? ucapnya.
Penyuka hobi naik motor cross ini membagikan inspirasi dan sarannya untuk yang membaca kisahnya ini. ?Pelit dan simpanlah ilmu dan semua pengetahuan yang kau miliki maka jangan berharap engkau bahagia di dunia dan setelahnya. Untuk saran, learn, share, creative, dan networking,? katanya.
Pengagum sosok Rhenald Kasali ini membocorkan project terdekat dan impiannya. ?Behaviour itu harus dididik dari kecil dengan menyenangkan dan alam pun harus berperan sehingga ingin punya tempat bermain dan sekolah alam untuk anak-anak. Untuk impian, around the world, learn from everybody with different culture,? pungkasnya.
