HarianBernas.com-Bagi Teddy Diego, bulan Juni tahun 2013 menjadi pengalaman pahit yang melecutnya sehingga bisa seperti sekarang ini. Saat itu, acara Career Exhibition yang diadakannya di Tennis Indoor Senayan gagal total. Pembicara yang diundang batal hadir dan pengunjung yang sangat minim sangat mengecewakan para klien.
?Saat jam makan siang, saya diberi kritikan pedas lebih tepatnya dimarahi habis-habisan oleh salah satu klien, di depan semua klien lain yang ada saat itu. Saya tidak bisa berkata apa-apa, hanya bisa meminta maaf dan mendengarkan kata-kata pedas yang mengalir sangat deras sekitar 15-20 menit, saya hanya bisa menunduk sambil berdiri berharap beliau segera tenang dan mengakhirinya,? ungkapnya ke Harian Bernas (25/2).
Namun, sejak saat itu, ia berkomitmen untuk memberikan yang terbaik dalam setiap acara Career Exhibition yang diselenggarakan, baik secara kuantitas pengunjung maupun kualitas dari sisi acara. Bahkan, dari berbagai penyelenggaraan Career Exhibition, ia bisa menjadi penulis ebook karir dan career coach.
?Sebetulnya terjadi secara tidak sengaja. Awalnya, terjadi karena saya menggantikan teman yang terlambat ketika harus tampil memberikan materi dalam seminar di acara Career Exhibition yang kami selenggarakan. Saya sangat grogi ketika itu karena saya tidak terbiasa untuk berbicara di depan banyak orang. Tapi, beruntung hingga hari ini justru malah pengalaman itu berubah menjadi passion yang saya tekuni sampai hari ini,? tuturnya.
Pria kelahiran Bengkulu ini pun membagikan pengalaman uniknya ketika menekuni profesi sebagai career coach.?Menjadi tempat curhat pelamar kerja, dari mereka yang sekedar bertanya tentang lowongan kerja, minta tips-tips seputar interview, psikotes, membuat CV yang baik, sampai cerita tentang kesulitan mendapatkan pekerjaan,? jelasnya.
Founder TerminalHRD ini menjelaskan tentang alasan terus menekuni bidang pekerjaan sampai sekarang ini.?Pada awalnya saya memiliki visi untuk mempermudah akses (menjembatani) informasi lowongan kerja dari HRD ke jobseekers lewat Career Exhibition yang dikerjakan lewat salah satu unit bisnis saya TerminalHRD Organizer dan Fanpage Facebook TerminalHRD,? ujarnya.
Namun, setelah visi sebelumnya berjalan, visinya berkembang lebih jauh lagi ke arah edukasi Jobseekers dengan menjadi penulis ebook seputar karir serta Career Coach.
?Saya tergerak karena melihat kenyataan bahwa masih banyak pengangguran yang kesulitan mendapatkan pekerjaan, di mana kebanyakan penyebabnya bukanlah sekedar kurangnya skill teknis yang dimiliki, tapi lebih kepada kemampuan mempresentasikan skill, attitude, dan mental yang tepat kepada HRD (recruiter) untuk mendapatkan pekerjaan yang mereka inginkan,? urainya.
Alumnus Institut Pertanian Bogor ini memiliki penilaian tersendiri terkait permasalahan yang paling sering dihadapi dalam pekerjaannya.?Saya termasuk orang yang menyukai tantangan. Sulit bagi saya merinci masalah karena saya sadar betul bahwa dengan bersedia untuk hidup berarti kita bersedia bergumul dengan masalah. Bagi saya, masalah adalah jalan untuk mengembangkan skill dan sikap mental yang kelak akan mendukung saya menjadi pribadi yang lebih baik lagi di kemudian hari,? bebernya.
Sarjana Hama Penyakit Tanaman ini juga menyinggung tentang tantangan pekerjaannya ke depan.?Tantangan ke depan adalah sudah dimulainya MEA maka pencari kerja kita akan bersaing dengan tenaga kerja asing. Dengan kualitas SDM saat ini, Indonesia cukup tertinggal dengan negara-negara tetangga. Menjadi tanggung jawab kita semua untuk memberikan pemahaman dan pendidikan yang lebih matang bagi para calon tenaga kerja lokal agar lebih fit dengan perkembangan dunia industry masa kini,? terangnya.
Mantan Marketing Manager ini pun meyakini bahwa bidang yang digeluti ini penting dilakukan dan dibagikan kepada masyarakat. Untuk itu, ia akan merasa bangga ketika murid-murid yang mengikuti kelas mentoring karirnya atau pembaca ebook-ebooknya berhasil mendapatkan pekerjaan.
?Pekerjaan adalah salah satu kebutuhan hidup manusia. Lewat bekerja, manusia memperoleh penghasilan yang dapat mereka gunakan untuk menghidupi diri sendiri dan keluarga, serta memberi sumbangsih pendapatan pajak bagi negara. Selain itu, memberikan akses informasi pekerjaan yang mudah serta mendidik para jobseekers agar memiliki kemampuan yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan yang senantiasa menuntut kualitas, tentu sangat penting untuk terus diperjuangkan,? paparnya.
Pengagum Anthony Robbins ini ternyata terus membangun kebiasaan baiknya untuk mendukung bidang profesi yang ditekuninya.
?Saya selalu bangun dini hari sekitar pukul 04.00. Membaca buku-buku bisnis, komunikasi, dan biografi dalam setiap kesempatan untuk menambah wawasan. Berusaha memberikan quote motivasi setiap hari untuk menyemangati teman atau orang-orang yang membacanya. Terakhir, menyediakan waktu untuk menyendiri saya rasa sangat efektif untuk mengevaluasi dan merancang strategi baik dalam menghadapi kehidupan pribadi dan bisnis,? tukasnya.
Penyuka hobi membaca ini tak lupa membagikan inspirasinya kepada orang lain yang membaca kisahnya ini.
?Saya bukanlah orang yang pintar atau lebih baik dari orang lain. Tapi, saya sadar betul karena tidak pintar dan banyak kekurangan, saya harus selalu belajar dan bekerja keras. Banyak orang seringkali putus asa ketika melihat kelebihan yang dimiliki orang lain. Saran saya daripada merasa minder apalagi frustasi melihat yang dimiliki orang dan tidak kita miliki, kenapa tidak berusaha mensyukuri apa yang ada dalam diri kita. Percayalah bahwa dalam setiap diri manusia pasti ada kelebihan yang Tuhan amanahkan. Kita hanya perlu mencari, menggalinya lebih dalam ke dalam diri kita sendiri,? ucapnya panjang lebar.
Untuk mencapai atas apa yang dicapainya saat ini, Recruitment Consultant ini ternyata selalu berusaha dalam lingkungan yang positif sehingga sangat membantunya untuk fokus pada tujuan.
?Saya jarang nonton televisi, bahkan saya lupa sudah berapa lama tidak memegang remote TV. Saya juga memilih ketika membaca konten-konten online dan memilih topik pembicaraan ketika bersosialisasi dengan orang-orang,? katanya.
Career Coach ini membocorkan tentang projectnya dalam waktu dekat ini dan impiannya.
?Untuk project, memperluas jangkauan kelas Mentoring Karir dan pembaca Ebook saya. Saat ini, masih di angka 4.000 pembaca ebook dan 500 orang murid kelas Mentoring Karir, yang angka itu masih jauh sekali dari jumlah pengangguran di negara kita. Saya berharap, meskipun mungkin tidak bisa semuanya, banyak orang yang bisa terbantu lewat program saya di Mentoring Karir atau Ebook yang saya tulis. Untuk impian, bisa menjadikan mentoring karir menjadi salah satu program dalam sistem pendidikan di Indonesia,? pungkasnya.