HarianBernas.com-Bernhart Farras Sukandar memiliki hobi bermain musik seperti piano dan gitar, serta gemar menonton film. Baginya, musik dan film itu sangat erat dengan kesukaan masyarakat umum. Dengan bermain musik dan menonton film, ia mengaku tidak hanya sebagai pengonsumsi saja, tetapi juga bisa memengaruhinya dalam membuat karya-karya sehingga dapat mempelajari dan memperdalam bidang tersebut.
Dalam akun media sosialnya Linkedin, pria bertipikal tenang ini pun mengakui bahwa sangat mencintai budaya, bahasa dan pariwisata Indonesia #LoveIndonesia. Bahkan, passionnya adalah menciptakan sesuatu yang baru, handal, terpercaya, dan dapat digunakan kembali terkait infrastruktur teknologi untuk membantu startup baru sehingga memiliki pertumbuhan bisnis yang pesat.
Baca juga: 14 Universitas Jurusan Teknik Informatika Terbaik di Indonesia
Ia pun memiliki motto tersendiri untuk menjalani aktivitasnya sehari-hari, yaitu “Kita Wujudkan, Sekarang”, sebuah motto dari perusahaannya HartLogic. “Motto yang saya buat dan saya pakai di kehidupan pribadi saya,” terangnya kepada Harian Bernas (27/2).
Ketika kuliah dan bekerja di Jerman diakuinya menjadi pengalaman uniknya. Ia merasakan budaya bekerja di sana sangat berbeda jauh dengan Indonesia. Ia juga merasa sudah tinggal di tempat yang berbeda dengan lingkungan yang berbeda sehingga memberinya pengetahuan budaya, pola pikir internasional dan pengetahuan yang lebih luas.
Pengalaman usahanya dalam membangun sebuah bisnis biasa sampai bisa membangun perusahaan HartLogic pun menjadi perjalanan hidupnya yang berkesan.”Untuk pencapaian yang paling membanggakan, mengajak orangtua untuk menghadiri seminar saya,”imbuhnya.
Entrepreneur ini mengaku bahwa ketika menjalani profesi penyiar radio menjadi salah satu pekerjaan yang baru untuknya karena harus berbicara lebih banyak dari biasanya. “Jujur dahulu, saya merasa adalah orang yang pendiam,”ucapnya.
Tourism Ambassador Kabupaten Bandung Barat dan Kota Tangerang Selatan ini pun menerangkan tentang alasan terus menekuni pekerjaannya di HartLogic, yang memiliki tujuan untuk membantu pengusaha di seluruh dunia. “Karena saya berpikir yang saya kerjakan saat ini akan lebih banyak menimbulkan kontribusi dan hasil yang baik untuk memajukan pendidikan dan menaikan taraf hidup khususnya untuk masyarakat Indonesia,” jelasnya.
Baca juga: Jurusan IT: Pengertian, Mata Kuliah, dan Prospek Kerja Terbaru
Sarjana komputer ini memaparkan tentang permasalahan yang paling sering dihadapi dalam bidang yang ditekuninya dan tantangan ke depannya. ”Permasalahan dalam perkembangan teknologi yang sangat cepat membuat saya lebih sigap dan tepat dalam mempelajari sesuatu yang baru dan tentunya dengan change management yang baik. Untuk tantangan ke depan, saya akan menghadapi fase hidup yang baru di mana lebih banyak responsibilitas yang saya ambil di mana umur saya akan beranjak dari 21 ke 22 tahun,” tuturnya.
Alumnus Swiss German University ini memiliki habit khusus yang dibangun selama ini untuk mendukung pekerjaannya. “Terus belajar, tepat waktu, mandiri, bekerja cerdas, dan tidak mudah putus asa. Untuk mengembalikan mood agar kembali bersemangat bekerja, saya memiliki waktu bermain dengan teman-teman dan mengerjakan hobi saya, yaitu bermain musik (piano dan gitar) dan menonton film,” tukasnya.
Tak memungkiri, ia juga merasa bahwa lingkungan sekitar pun memengaruhinya hingga menjadi seperti sekarang ini. “Saya berada di lingkungan di mana di Indonesia memiliki tingkat kesenangan yang sangat tinggi, tetapi juga memiliki tingkat kemiskinan yang sangat tinggi sehingga membuat saya berpikir dan mengambil aksi untuk menyelesaikan masalah tersebut,”ujarnya.
Keluarganya pun mendukung dan berperan atas apa yang dilakukannya saat ini. Untuk itu, ketika ditanya tentang tokoh yang idolakan, ia menjawab keluarganya. Ia tak pernah lupa dengan sosok Ibunya.
Baca juga: Apa Itu Jurusan Sistem Informasi? Inilah Mata Kuliah dan Prospek Kerjanya
“Tentunya keluarga saya, terutama ibu yang memberikan tekanan dan dukungan moral. Karena mereka adalah alasan saya melakukan banyak hal untuk membuat mereka bahagia. Lalu, tim saya di HartLogic yang selalu mendukung segala aktivitas dan visi yang kita bangun, serta tentunya kepercayaan member, client, dan masyarakat yang telah mendukung kerja keras saya,” bebernya.
Fakta unik lainnya, ia sudah menjalankan bisnis sejak SD dengan menjual stiker. Saat ditanya cita-cita saat masih kecil, ia pun menjawab ingin menjadi tentara. “Ingat, saat SD, saya ingin menjadi seorang tentara, tetapi cita-cita itu berkembang seiring berjalannya waktu,” ucapnya.
Dalam perjalanan karirnya, ia rupanya bisa meraih beberapa penghargaan khusus yang diterimanya selama ini seperti Jajaka Harapan 1 Mojang Jajaka Kabupaten Bandung Barat tahun 2016, Best Bussinessman Nomination tahun 2013, Top Ten-2 Film Nomination as Director, Actor and Editor 2011, dan Tourism Ambassador of Kabupaten Bandung Barat dan Tanggerang Selatan City, serta XL Future Leaders batch 3.
CEO Hartlogic ini pun membagikan inspirasi dan sarannya kepada orang lain yang membaca kisah Anda ini.”Untuk sukses itu dibutuhkan kemauan dan kerja keras serta berani mengambil tantangan untuk keluar dari zona nyaman dan bertahan untuk berjuang pada lingkungan baru, serta jangan lupakan mengenai relasi karena hal ini sangat menunjang kesuksesan kita. Untuk saran, jadilah diri Anda sendiri, percaya kemampuan Anda dan miliki tujuan yang jelas dari hidup Anda,” katanya.
Co-Founder Karyaloka ini pun membagikan tentang project dalam waktu dekat ini dan impiannya. Untuk prtoject, mengembangkan internal HartLogic. Untuk impian, saya ingin menjadi seorang pengajar di beberapa universitas dan membagikan ilmu yang mungkin Saya miliki untuk dibagi dengan orang banyak,”pungkasnya.
Baca juga: 10 Universitas Jurusan Perhotelan Terbaik dan Unggul di Indonesia
