HarianBernas.com – Randy Andi menjadi pribadi yang tidak membatasi pergaulan terhadap apapun atau siapapun karena pada dasarnya, setiap orang memiliki sisi baiknya. Ia pun merupakan sosok yang mau mencoba setiap kesempatan di depannya selama itu baik, serta mudah beradaptasi dengan lingkungan kerja yang baru.
?Intinya, jangan batasi pergaulan Anda, beranilah mencoba semua hal selama itu baik menurut Anda. Bagi saya tidak ada orang yang punya sifat dasar jahat, bahkan seorang penjahat sekalipun pasti berusaha untuk terlihat baik atau mungkin bersikap baik untuk anaknya,? ungkapnya ke Harian Bernas (27/2).
Dengan keyakinannya yang kuat untuk mau berani mencoba pada setiap tantangan, pengagum tokoh Fletcher dalam film ?Whiplash? ini pun memiliki pengalaman unik yang menjadi titik baliknya ketika berproses menjadi seperti sekarang ini. Saat itu, ia mendapat tantangan untuk menangani sebuah IT System tanpa adanya pengarahan dari atasannya. ?Saat saya bekerja di perusahaan saya sebelumnya, di mana pekerjaan saya mengharuskan saya untuk handle seluruh IT system, baik di sisi development maupun infrastruktur tanpa ada guidance dari atasan saya (karena atasan saya pada saat itu resign dan saya tidak diizinkan untuk mencari bawahan lagi). Di bawah tekanan tersebut, saya mencoba untuk survive tanpa mengesampingkan kualitas pekerjaan saya,? tutur kenangnya.
Dalam bidang profesinya saat ini sebagai Area Marketplace di Elevania, sarjana teknik informatika ini menceritakan tentang pengalaman menariknya ketika bekerja. ?Pada saat sistem Elevenia belum live dan konsepnya pada saat itu belum matang 100%, saya diminta untuk mempresentasikan Elevenia ke kolega kerja saya hanya dengan file powerpoint. Saat itu, saya menunjukkan website dalam bahasa korea yang mana saya sendiri tidak paham huruf hangeul,? ucapnya.
Pekerja e-commerce ini pun menerangkan tentang alasan untuk terus menekuni bidang pekerjaannya sampai sekarang. ?Karena dalam bidang yang saya kerjakan saat ini, menuntut saya untuk lebih kreatif dan inovatif dalam menghadapi kompetitor perusahaan saya. Hal tersebut meningkatkan kemampuan dalam berkreasi untuk membuat produk dan fitur baru di bidang e-commerce. Dan untungnya perusahaan saya saat ini tidak menghambat ide saya dalam berkarya,? tukasnya.
Alumni Universitas Trisakti ini pun memaparkan tentang permasalahan yang paling sering dihadapinya dalam bidang pekerjaannya. ?Saat harus berargumentasi dalam sebuah meeting dengan kerabat kerja yang hubungannya sudah sangat akrab. Caranya, biasanya saya mencoba untuk membuat meeting tersebut menjadi lebih dingin dengan menyisipkan humor dan juga setelah meeting, saya coba untuk berdiskusi santai dengan rekan kerja saya itu,? paparnya.
Master Degree of Industrial Engineering ini membeberkan tentang tantangan bidang pekerjaan yang akan dihadapinya ke depan. ?Perdagangan bebas saat ini sudah mulai terasa efeknya. Para investor dari luar sudah mulai masuk membawa pendanaan dan sistem yang makin lama makin canggih. Generasi milenial juga cukup banyak yang makin matang dalam berkreasi. Namun, saya anggap tantangan tersebut membuat saya semakin harus lebih meningkatkan kemampuan saya dan bukan sebaliknya melemahkan saya dengan cara beradaptasi dan berkolaborasi dengan keadaan tersebut,? bebernya.
Mantan IT & Marketing di PT Petukangan Medical Center ini menerangkan bahwa bidang yang digelutinya ini penting dilakukan dan dibagikan kepada masyarakat.?Karena saya ingin masyarakat Indonesia mulai lebih banyak berinovasi di bidang bisnis, ekonomi dan teknologi, terutama di bidang e-commerce agar tidak mudah tergerus oleh perkembangan zaman. Juga agar masyarakat tidak hanya fokus kepada politik yang saya rasa akhir-akhir ini banyak sikap saling menjatuhkan satu sama lain,? terangnya.
Penyuka teknologi ini pun memiliki habit khusus yang dibangun selama ini untuk mendukung pekerjaannya seperti memangku anak sebelum berangkat kerja; merapikan meja sebelum pulang kerja, dan mempersiapkan ulang rencana kegiatan untuk esok hari. Untuk mengembalikan semangat bekerja, ia mempunyai cara yang unik tersendiri. ?Lepas sepatu dan jalan kaki di atas rumput,? ucapnya.
Penyuka hobi menonton film otobiografi ini tak lupa membagikan inspirasi dan saran kepada orang lain yang membaca kisahnya ini. ?Saya ingin pembaca untuk lebih yakin dengan kemampuan yang dimiliki. Jangan berkecil hati saat ada orang lain yang berkata karya Anda tidak bagus. Mereka bisa bilang begitu karena mereka mungkin tidak bisa membuat karya yang sudah Anda buat. Sarannya, untuk tidak mudah mengatakan good job kepada diri Anda sendiri, pacu terus kemampuan di atas rata-rata orang biasa. Karena saya yakin, setiap individu itu unik dan saya yakin setiap individu adalah pemenang di setiap kehidupan individu itu sendiri,? jelasnya.
Peraih One of Best Elevenia Employee of The Year 2016 ini mengungkapkan apa yang menjadi pencapaiannya yang membanggakan, yaitu bisa mempelajari, membangun dan mengoperasikan e-commerce system from A to Z. Ahli IT ini juga menceritakan bahwa dia juga merupakan one of best graduate pada saat di universitas sehingga mendapatkan beasiswa S2 full. Untuk yang berperan atas apa yang dicapainya saat ini, ia menyebut tentang rekan-rekan kerjanya. ?Beberapa orang yang pernah dan saat ini menjadi atasan saya memberikan challenges untuk setiap pekerjaan yang saya hadapi sehari-hari. Juga rekan dan kolega kerja saya, yang selama ini sangat kolaboratif dan inspiratif dalam mendukung pekerjaan yang kita kerjakan hingga dapat mencapai target yang diharapkan,? ujarnya.
Mantan IT & System Staff, PT Sumisho E-Commerce Indonesia ini membcorkan project dalam waktu dekatnya dan impiannya.?Untuk project, membangun portal informasi khusus mengenai perkembangan e-commerce dalam dan luar negeri, tapi dalam bahasa Indonesia agar informasi tersebut bisa diterima oleh semua kalangan. Untuk impian, membangun pesantren untuk semua kalangan baik yang mampu dan tidak mampu. Pesantren yang berdaya saing tinggi dengan sekolah internasional,? pungkasnya.
