Kebumen,HarianBernas.com-Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengungkapkan, Kabupaten Wonosobo dan Kabupaten Kebumen, sebagai daerah termiskin pertama dan kedua di Jawa Tengah, terutama mempunyai masalah dalam hal pemeliharaan jalan. Kerusakan jalan di 2 kabupaten ini, relatif tinggi sehingga perlu mendapat perhatian kepala daerah dari 2 kabupaten itu.
Ganjar Pranowo mengatakan hal itu pada Musyawarah Perencanan Pembangunan Bupati dan Walikota se-Eks Karesidenan Kedu di Kebumen, Selasa (21/3). Dari 35 kabupaten/ kota di Jawa Tengah, Wonosobo jumlah masyarakat miskinnya terbanyak pertama atau di urutan 35, sedangkan Kebumen di urutan 43. Anehnya, Indek Pembangunan Manusia (IPM) di 2 daerah ini cukup baik. Diduga terjadi anomali di daerah ini.
Pemeliharaan jalan provinsi di Jateng, menurut Ganjar Pranowo, dinas tekhnis menugaskan pengamat jalan, setiap hari mengamati jalan sepanjang 20 km. Dengan penugasan itu, jika terjadi jalan berlubang di satu ruas jalan, pada hari itu diketahui dan dilaporkan sehingga perbaikan jalan berlubang bisa dilakukan lebih cepat. Cara ini mengurangi panjang jalan yang rusak di Jawa Tengah sehingga Jateng nantinya bebas jalan berlubang.
Di wilayah eks-Karesidenan Kedu, yang meliputi Kota Magelang, Kabupaten Magelang, Wonsobo, Temanggung, Kebumen, dan Purworejo, ada 3 kabupaten dengan kerusakan jalan tinggi dan relatif tinggi. Yakni, Wonosobo dengan panjang kerusakan jalan tinggi. Disusul Kabupaten Kebumen dan Purworejo. ?Untuk Wonosobo, masalah ini bisa diatasi dengan menambah anggaran untuk jalan dengan memotong anggaran sektor lain,? kata Ganjar Pranowo.
Kepada pengelola jalan nasional, jalan provinsi, serta jalan kabupaten, Ganjar berharap tidak muncul cara-cara masyarakat memberi rambu atau protes jalan rusak dengan cara yang tidak populer dan bisa dipidanakan, jika menimbulkan kecelakaan bagi pengguna jalan. Seperti memasang tong, ban bekas atau menanam pohon di bagian jalan yang rusak. Pengelola jalan harus peduli dengan memberi rambu/ pemberitahuan di ruas jalan yang rusak.
Apa yang diungkapkan Ganjar, Bupati Purworejo Agus Bastian merespon dengan mengungkapkan data jalan baik, rusak ringan, sedang, dan rusak berat. Di Purworejo ada 91 km jalan rusak berat, Bupati Kebumen HM Yahya Fuad tidak merespon dengan tidak merilis kondisi jalan di Kebumen. Belum diketahui data kondisi jalan di Kebumen.
Harian Bernas berupaya mendapatkan data kondisi jalan di Kabupaten Kebumen. Beberapa kali meminta data kondisi jalan baik, rusak ringan, sedang dan berat melalui Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kebumen, Slamet Mustholchah ST, MT atau Kepala Seksi Operasional dan Pemeliharaan pada Bidang Bina Marga DPU Kebumen Hanna Widyawati, ST, juga belum bisa merilis data kondisi jalan. (nwh)
