HarianBernas.com – Titik baliknya bisa menjadi pembicara (public speaker), saat masih menjadi salah satu tenaga pengajar di salah satu kampus, ada mahasiswinya yang meminta Mega Chendra untuk menjadi pembicara di kantornya dalam acara Rakornas mereka.
?Saat itu saya belum pernah menjadi pembicara publik sama sekali menerima tawaran untuk mengisi sebagai pemateri dalam Rakornas sebuah perusahaan. Dengan kondisi yang serba kurang, saya mencoba untuk memberikan yang terbaik karena untuk menyiapkan materi saja, bahan buku bacaan hanya didapat dari membaca buku di Gramedia (bukan membeli), buku yang dibaca di toko buku lalu dicatat, dan dijadikannya bahan materi,? ungkapnya kepada Harian Bernas (13/2).
Ketika itu, untuk tampil sebagai pembicara, ia pun meyakinkan dirinya bahwa harus tampil percaya diri. Untuk bisa seperti itu, ia meminjam Jas dan sepatu sepupunya, serta meminjam laptop dari supervisornya saat itu. ?Beruntung juga ada rekan yang mau mengantarkan saya ke hotel tempat diadakannya Rakornas. Alhamdulillah, semua peserta Rakornas puas dengan materi yang saya bawakan dan saya mendapatkan apresiasi dan cek yang membuat saya ingin terus memberikan inspirasi,? tuturnya mengenang ketika pertama kali menjadi pembicara.
Selain pembicara, saat ini, pria kelahiran Bandar Lampung ini juga menekuni profesi sebagai People Developer karena sekarang ini masih sebagai Praktisi HRD. ?Di salah satu perusahaan perkebunan sawit di Indonesia sebagai HR Leader dan juga sebagai penulis buku, ? ungkapnya.
Saat masih menjadi salah satu tenaga pengajar di salah satu kampus, ada mahasiswinya yang memintanya menjadi pembicara di kantornya dalam acara Rakornas mereka. Saat itu saya belum pernah menjadi pembicara publik sama sekali menerima tawaran untuk mengisi sebagai pemateri dalam Rakornas sebuah perusahaan. Dengan kondisi yang serba kurang saya mencoba untuk memberikan yang terbaik, karena untuk menyiapkan materi saja bahan buku bacaan hanya didapat dari membaca buku di Gramedia bukan membeli, buku yang dibaca di toko buku lalu dicatat dan menjadikannya bahan materi. Untuk tampil sebagai pembicara saya harus tampil percaya diri, Dan itu bisa seperti itu maka saya meminjam Jas dan sepatu sepupu saya serta meminjam Laptop Supervisor saya saat itu. Dan beruntung juga ada rekan yang mau mengantarkan saya ke Hotel tempat diadakannya Rakornas. Alhamdulillah, semua peserta Rakornas puas dengan materi yang saya bawakan dan saya mendapatkan apresiasi dan cek yang membuat saya ingin terus memberikan inspirasi.
Ia pun menceritakan tentang pengalaman uniknya di bidang pekerjaannya. ?Saat memberikan seminar, saya sering membagikan buku kepada audien yang aktif, namun pernah ada satu audien yang bertanya kepada saat saat sesi seminar selesai, ?Mengapa buku yang Bapak bagikan bukan buku tulisan bapak?? Sejak itu, saya tersengat dan berusaha untuk menulis dan membagikan buku saya sendiri. Alhamdulillah, saat ini sudah lima buku saya tulis dan terbitkan,?tukasnya.
Lead of HR, PT Golden Plantation Tbk ini menerangkan tentang alasan menekuni bidang pekerjaannya sampai sekarang. ?Manusia yang paling baik adalah yang memiliki manfaat buat orang lain di sekitarnya. Saya diajarkan itu. Dengan penjadi People Developer, baik sebagai Praktisi HR ataupun penulis atau lainnya, berarti saya bisa ikut membantu mengembangkan orang lain menjadi lebih baik dari kondisi sebelumnya dan saya ingin terus bermanfaat seperti itu,? ucapnya.
Penulis buku ?Flying on the Storm, Be Creative and Innovative People? ini membeberkan tentang permasalahan yang paling sering dihadapi dalam bidang pekerjaannya. ?Selama kita hidup permasalahan akan selalu ada dan harus kita hadapi bukan untuk kita hindari. Jika masalah datang bertubi-tubi, curhatlah kita kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, bukan dengan menulis di sosial media. Curhat dengan sesama manusia hanya untuk melegakan hati, tapi tidak akan banyak dapat solusi karena orang lain pun juga punya banyak masalah. Curhat dengan Tuhan selalu ada solusi yang kita juga tidak akan sangka jalan keluarnya,?bebernya.
Penulis ?Mau Jadi Apa? Find Your Self Motivation? juga memaparkan tentang tantangan yang akan dihadapinya ke depannya.?Perkembangan dunia industri dan teknologi berkembang sangat dinamis. Apabila tantangan ini tidak mampu kita hadapi maka kita akan digilas oleh perubahan yang ada. Semua perubahan harus bisa kita antisipasi. Salah satu caranya adalah terus belajar dan mengembangkan kompetensi diri sesuai dengan kebutuhan zaman. Kita bisa belajar dari banyak industri yang terpaksa harus tutup DiscTara, Nokia, bahkan Yahoo yang dahulu begitu jumawa saat ini pun sudah tumbang dan harus diakuisisi oleh Verizon. Artinya, jika kita tidak mau terus mengembangkan diri maka kita pun akan tertinggal dan digilas oleh perubahan,? urainya.
Pembicara ini pun menjelaskan bahwa bidang yang digelutinya ini penting dilakukan dan dibagikan kepada masyarakat.?Kita tidak bisa sukses dengan sendirinya, ada peran orang lain dalam setiap kesuksesan yang kita raih. Jika kita ingin sukses, kita juga harus membantu orang lain untuk bisa sukses. Salah satunya adalah dengan membantu mengembangkan potensi orang lain sehingga mereka juga bisa bertumbuh dan sukses,?katanya.
Pengagum sosok BJ Habibie ini tak lupa memberikan inspirasi dan sarannya kepada kepada orang lain yang membaca kisahnya ini. ?Saya percaya, keberuntungan (lucky) itu hanya milik orang-orang yang selalu mau berpikir positif dan punya positive working attitude. Untuk meng-create our future, we must believe in ourself, take positive actions, and create our own bright future. Untuk saran, jangan pernah mengeluh, sebab mengeluh hanya akan membuang waktu dan hanya akan menebarkan energi negatif yang tak pernah berakhir,? ucapnya.
Penyuka hobi menulis ini mengungkapkan pencapaian yang paling membanggakan dalam perjalanan karirnya.?Sebagai seorang People Developer, pencapaian yang paling membanggakan adalah saat melihat orang-orang yang kita develop, baik staf yang berada di bawah kita langsung atau pun bukan, tapi IDP (Individual Development Plan) berada dalam pengawasan kita, bisa berkembang menjadi Insan yang lebih baik, baik dari sisi Jabatan, skills, attitute dan pencapaian lainnya (from zero to hero),? jelasnya.
Peraih Best Performer 5R1Squ Implementation Tahun 2013 ? 2014 ini membocorkan projectnya dalam waktu dekat ini dan impiannya. ?Launching buku ke-5 ?Resign itu Memajukan Diri Bukan Mengundurkan Diri? dan menyelesaikan buku selanjutnya, #Janganlarut. Untuk impian, membahagiakan orangtua dan keluarga dengan memiliki banyak kebebasan waktu untuk mereka,? pungkasnya.
