HarianBernas.com – Ganes Tri Bayu Romadi S.Sn atau sering disapa Ganes ialah seorang pengusaha muda dari Jember Jawa Timur. Ia menekuni usaha kuliner yang merupakan rintisan dan peninggalan dari orangtuanya. Meneruskan usaha orangtua memang dibutuhkan nyali khusus karena sebelumnya ia memiliki latar belakang seni teater. Bukankah ini tidak nyambung?
?Keluarga saya tidak akan pernah mengeluh atas kegagalan saya di dunia usaha sebelumnya? katanya. Meskipun dirinya pernah menempuh pendidikan seni teater di Institut Seni Indonesia Yogyakarta ia merasa bahwa basic ilmu teater yang menempanya menjadi seorang pengusaha berkarakter. Sebelumnya ia memang pernah menekuni dunia seni pertunjukan, kemudian usaha video, sett wedding walaupun semua gagal di tengah jalan, tetapi justru semakin didukung agar tak pantang menyerah. ?Keluarga saya adalah gudang pengertian,? bebernya.
Sejak kecil Ganes memang tidak pernah menautkan cita-citanya ingin menjadi apa atau siapa. Sedari kecil ia hanya ingin menjadi seperti bapaknya yang selalu menderas hidupnya dengan prinsip ?jangan pandai mencari kerja, tapi pandailah mencari rizki sekecil apapun usahamu ya kamu bosnya?Le,? ujar bapaknya waktu Ganes masih duduk di sekolah dasar.
Ganes memang tumbuh dari keluarga yang pas-pasan, bahkan untuk ikut study tour yang diadakan sekolahnya waktu SD saja tidak bisa ikut. Ia harus kerja dan kerja, untuk soal nggaya itu belakangan. Meskipun pada saat itu hatinya sakit karena melihat teman sebayanya bisa merasakan apa saja dari fasilitas orangtuanya.
Pengalaman yang menjadi titik balik Ganes, ketika dirinya selepas tamat dari ISI Yogyakarta masih bertahan di Yogyakarta dan menjalankan usaha meskipun kecil. Usaha video yang dijalankannya sudah lumayan berjalan seperti wedding, iklan tv, iklan layanan masyarakat dari mendagri, sampai dapat job video clip yang diputar di MTV Eropa namun itu tidak berjalan lama. Sementara disisi lain, istrinya sedang hamil 8 bulan dan tinggal di Wonosari. Banyak job yang ia tolak karena harus fokus pada istrinya yang hamil dan harus melaju Yogya ? Wonosari dan menguras tenaga serta pikiran.
Dari usaha video ia banting stri ke ternah bebek pedaging. ?Saya tidak punya pengalaman di bidang itu hanya bertahan kurang dari satu tahun, bersih tabungan saya. Meski alm. Bapak pada waktu itu meminta saya pulang kampung di Jember Jawa Timur, saya masih mau bertahan di Jogja, sebab hati saya sudah terpikat oleh keramahan orang jogja? kenangnya. Namun, ibu yang justru menyuruhnya pulang ke Jember karena sudah tidak kuat lagi berjualan di pinggir jalan. Ditambah dengan kondisi ibu yang sakit sehabis operasi. Bagi Ganes, ibu memang segalanya. Ketika permintaan ibu dilontarkan ia harus selalu ada disampingnya.
Kepulangannya ke Jember inilah, ia langsung menghandle sendiri usaha peninggalan orangtuanya yaitu warung sate. Sebelum bapanya meninggal, Ganes pernah diberi nasehat agar kelak warung satenya dibuat sedemikian rupa. ?Beliau mewanti wanti saya, besok warung sate ini dibuat begini, begitu, dan ini nanti harus dikasih ini, itu, pokoknya impian saya mulai dituruti oleh Beliau, semua saya turuti karena itu perintah bos saya, kenapa bos, karena saya di warung milik bapak saya, ini di gaji perhari, untuk tambahan rokok saya, akal-akal jadi guru mumpung banyak sekolahan yang memperebutkan sarjana seni, namun gaji gak cukup, itu pun hanya berjalan 6 bulan saja, akhirnya saya kembali fokus jadi pegawai bapak saya,? tutur laki-laki pengagum Sujiwo Tedjo ini.
Ketika niat mulia seroang anak mau berbakti meneruskan usaha bapaknya, justru Tuhan berkata lain. Semuanya udah siap tuk pindah dari warung kaki lima ke restoran dengan konsep modern, kurang 1 minggu launching. ?Bapak ?pulang? dengan mengucap kata yang selama hidup saya belum pernah dengar yaitu ?terusno Le? (teruskan usaha bapak ini ). Kata ?Le? terucap 3 hari sebelum kepergianya,? kenangnya. Kata ?Le? itu yang membuatnya kaget sama sebab selama hidupnya ia belum pernah dipanggil ?Le? oleh Bapaknya.
Baginya peristiwa kehilangan itu amat berat. Namun bagaimanapun, Ibu tetap memberi semangat padanya agar tetap bangkit dan terus bekerja agar restoran semakin maju. Berkat dukungan dari Ibu, ia bisa mencapai omset semalam 3 kali lipat dari sebelum dikonsep menjadi restoran. Ia juga diingatkan oleh Ibu agar menyisihkan dari setiap keuntungan untuk sedekah.
Dari tempaan dan proses yang setia ia jalani, ia menjadi lebih berpengalaman mengelola usahanya. Ketika semua dirasa lancar, kemudian ia mengembangkan usaha yang lain KAMPEZ( kampung ez dan makanan modern) serta membuka bengkel modifikasi mobil dan motor, meski masih kembang kempis namun tetap ia nikmati. Ganes hanya beranggapan ingin memberdayakan tenaga kerja di sekitar kampungnya yang selama ini masih menganggur.
Ganes pun sampai hari ini masih membangun kebiasaan positif untuk membangun motivasi hidupnya. Ia senang berteman, jauhi perselisihan, dan sedekah tanpa hitungan. Karena ia yakin yang menjadi keuntungannya tidak 100%miliknya tapi sebagian milik orang lain. Inilah nilai yang selalu diyakininya selain nilai serta prinsip yang diwariskan oleh idolanya sendiri yaitu bapaknya, Naro Djodi Pramana.
?MENANGLAH DALAM SEGALA HAL. Ia ingin bahwa apapun dalam hidup ini kita harus senantiasa mau belajar dan belajar,? pungkasnya dalam sebuah quote.
 salah satu usaha milik Ganes.jpg)