HarianBernas.com – Dalam kehidupannya, Nicolaus Dicky Sumarsono, MM, CHA mengakui banyak belajar dari sosok (Alm) Ayah yang disiplin dan tegas dan dari Ibu yang selalu baik kepada siapapun. Selama tahunan, posisi bergengsi sebagai General Manager dan Direktur pun pernah dilakoninya. Namun, ia justru memutuskan untuk resign dan fokus mengelola perusahaan kecil-kecilan yang sudah dirintisnya sejak tahun 2005.
?Saya pelajari polanya, walaupun sempat gagal berkali-kali mulai dari buka usaha burger, juice, warung bakso, warung tegal, warung es teller, dan semuanya gagal. Namun, setelah itu, saya cari metode baru dan bisnis model baru dengan meniru orang lain yang lebih sukses. Saya ikuti dan modifikasi sedikit-sedikit dan seterusnya. Saya kembangkan pelan hingga saat ini. Tanpa henti saya pelajari,? ungkapnya ke Harian Bernas (7/2).
Rupanya, alasan merintis usaha ini terpicu kejadian pada tahun 2004 ketika pernah mengikuti seminar entrepreneurnya Helmi Yahya ?Saya menjadi tertarik untuk memulai usaha. Saya pun rajin membaca buku-buku bisnis, buku manajemen, serta buku-buku inspiratif kisah sukses para pengusaha yang luar biasa sukses ketika memulai bisnisnya dari nol,?imbuhnya.
Di perjalanan karirnya, Master Hotel Indonesia ini pun membagikan pengalaman unik yang masih terus diingatnya. Salah satunya pernah melayani Ibu Megawati Soekarno Putri, mantan Presiden RI. ?Ketika saya masih bekerja di hotel beberapa tahun yang lalu, saya pernah melayani Ibu Megawati Soekarno Putri dan bukan melayani ketika beliau di hotel, tapi ketika beliau makan gudeg di Warung Gudeg Bu Mary di Singosaren Solo pada jam 12 malam. Posisi saya GM kala itu dan saya ikut melayani teh tawar panas, serta nasi gudeg untuk Ibu Mega,? jelasnya mengenang.
Dalam usahanya, Senior Management & Professional in Hospitality Industry ini juga memiliki peristiwa yang tak bisa dilupakannya.?Saya pernah mendatangkan Dj Perempuan dari Eropa untuk tampil di Solo dan setelah semua fee Dj saya bayar lunas kepada DJ tersebut dari dana sponsor. Ternyata Dj tersebut tidak boleh tampil karena ternyata belum ada ijin visa dari imigrasi untuk bisa tampil. Akhirnya, acara tersebut batal, padahal pengunjung sudah berdatangan,? katanya.
Kini, pria kelahiran Madiun ini menekuni bidang pekerjaan sebagai CEO Azana Hotels & Resorts, sebuah perusahaan operator/ hotel management dan consultant yang sedang mengelola 20 hotel di Indonesia dan Director Victoria Hotel School, yaitu sekolah perhotelan di solo dg program D1 dan D3. Menekuni bisnis di LazyCow, sebuah restaurant western & steak yg berada di Jl.Slamet Riyadi kota Solo dan Front One Cabin & Front One Inn, konsep hotel budget type cabin yang berada di Solo, Jombang, Sidoarjo, Bengkulu, Lahat Palembang, Karawang, & Pondok Cabe Jakarta.
Pemilik cita-cita ingin menjadi pilot pesawat tempur ketika masih kecil ini pun menyebut bahwa tidak begitu banyak pemasalahan yang sering dihadapi, kecuali kadang-kadang adanya beberapa karyawan yang kurang kreatif dan kurang inovatif, yang sukanya hanya melakukan rutinitas pekerjaannya saja tanpa mau berkembang sama sekali sehingga selama beberapa tahun hanya buang waktu dan begitu2 saja, termasuk merealisasikan ide/ gagasan ke dalam action nyata hingga tuntas
Selain itu, ia menyinggung tentang kadang adanya owner dari salah satu hotel yang dikelola oleh Azana kurang memahami bagaimana bisnis hotel itu dijalankan secara profesional dengan standard hotel. ?Saya sikapi dengan sering melakukan meeting dengan team yang berbahasa action, sering melakukan evaluasi terhadap instruksi-instruksi yang sudah diselesaikan dan yang belum, ada idea's forum agar karyawan lebih kreatif & inovatif, dan mendelegasikan tugas secara merata kepada semua karyawan. Sedangkan, sikap saya untuk owner di salah satu hotel adalah lebih sering melakukan komunikasi dengan owner tersebut, menginstruksikan kepada GM di salah satu hotel tersebut untuk lebih pro aktif memberikan penjelasan secara detail kepada owner. Apapun saya tetap komit untuk melayani dan memberikan yang terbaik. Saya tanpa henti berdoa untuk kebaikan semua dan selebihnya kita pasrahkan saja kepada Tuhan,?urainya panjang.
Sebagai CEO, ia pun terus memetakan tentang tantangan yang akan dihadapinya dalam pekerjaannya. Baginya, tantangan bisnis ke depan akan semakin kompleks dan Indonesia secara terurai harus bisa mengatasi sejumlah tantangan. Terlebih lagi, mulai semakin dekat dengan era globalisasi ekonomi dan era digital yang tak lagi bisa dihindari. Sebutnya, persaingan bisnis akan semakin radikal; ekonomi masa depan akan ditandai fenomena teknologi dan ilmu pengetahuan yang semakin menunjukan intervensinya terhadap perekonomian; customer semakin banyak pilihan dan semakin sulit untuk dipuaskan; soal produktifitas juga menjadi tantangan bagi SDM di masa depan; bisnis pasti perlu adanya inovasi untuk itu kita wajib bisa melakukan berbagai inovasi mulai dari produknya sendiri, strategi pemasaran hingga mungkin kita harus lebih update dengan trend bisnis dan teknologi yang digunakan; sinergitas itu wajib karena keterpaduan langkah antara berbagai pelaku bisnis merupakan faktor penting untuk meningkatkan daya saing; adanya kebijakan-kebijakan negara maju yang cukup memengaruhi perekonomian negara berkembang seperti Indonesia, dan tantangan Pemerintah untuk menjaga daya beli masyarakat agar tetap stabil.
Peraih Marketeers Champion 2013 by MARKPLUS & CO ini menerangkan tentang bidang yang digeluti ini penting dilakukan dan dibagikan kepada masyarakat.?Untuk bidang hotel management dan operator, para investor dan shareholder di bidang ini perlu ada guidance yang tepat dengan konsep yang tepat agar tidak salah arah, tidak salah pengelolaan dan investasi yang ditanamkan bisa segera kembali serta sangat menguntungkan. Sedangkan, untuk di bidang sekolah perhotelan, mendidik calon-calon karyawan hotel dengan ilmu & skills yang sesuai dan dalam rangka, juga memenuhi permintaan terhadap banyaknya hotel yang tumbuh di Indonesia sejak tahun 2009 hingga saat ini. Untuk usaha restaurant, saya memang memanfaatkan lokasi eks-toko sparepart mobil yang sudah tidak digunakan lagi dan meramaikan industry restaurant di solo dengan berkreasi menciptakan menu-menu baru yang unik dan beda. Juga membuka lapangan kerja bagi para lulusan sekolah-sekolah perhotelan di Solo,?terangnya.
Penulis buku Dahsyatnya Bisnis Hotel di Indonesia membagikan inspirasinya, yaitu integritas menjadi sesuatu yang berharga dan tak semua orang mampu memilikinya. Sangat sulit, bahkan bisa dibilang sangat jarang menemukan seseorang berintegritas murni. ?Tantangan itu seru dan akan membuat hidup lebih menarik, menghadapi tantangan akan membuat hidup lebih bermakna,?imbuhnya.
Periah Traveller?s Choice Tripadvisor Award As 25 Hotels Winners for Best Families Hotel in Indonesia ini membeberkan project dalam waktu dekat dan impiannya.?Dalam waktu dekat, saya akan mengembangkan kampus Victoria Hotel School dengan target 600 mahasiswa masuk per tahunnya dan saya juga akan membuka hotel baru dengan konsep cabin dengan nama Front One Cabin. Untuk impian,saya ingin membesarkan Azana Hotels & Resorts yang saat ini sdh mengelola 30 hotel di seluruh Indonesia agar 2 tahun lagi sudah bisa mengelola minimal 70 hotel di seluruh Indonesia, dan menambah lebih banyak restauran lagi di sekitar Pulau Jawa,?pungkasnya.
