HarianBernas.com-Banyak ulah manusia yang kejam terhadap binatang. Ada banyak motif yang melatarbelakangi manusia untuk melakukan perbuatan kejamnya terhadap hewan. Motif ekonomi seringkali menjadi salah satu pemicunya.
Belum lagi karena rasa benci yang begitu dalam kepada hewan. Kalau hewan itu tidak mengancam kehidupan, kita lebih baik mengusirnya saja atau menghindarinya. Bukankah, kita harus menyayangi segala ciptaan Tuhan?
Berikut ini, artikel-artikel dari HarianBernas.com yang mengulas tentang peristiwa-peristiwa yang terjadi terkait binatang.
Pertama, kita akan mengulas Boniface Matthew Mariango. Pria berkulit hitam ini merupakan pemburu gajah papan atas. Kedatangannya bagi kawanan gajah seperti sosok malaikat kematian binatang berhidung belalai panjang itu. Pemburu asal Tanzania ini tersebut memang hobi sekali memburu gajah liar. Saking kuatnya reputasi yang disandang, ia berjulukan Shetani (bahasa Swahili) yang berarti Setan.
Baca selengkapnya di Pembunuh Ribuan Ekor Gajah Afrika Dihukum Penjara 12 Tahun
Kedua, kita akan membahas tentang teknologi yang dipakai pemburu untuk memburu badak. Dampak baik dan buruk teknologi memang seperti dua mata sisi mata uang. Sisi lain, memudahkan pekerjaan manusia, tapi juga bisa dipakai untuk memudahkan pemburu mencari sasaran targetnya. Penggunaan alat pemancar sinyal radio dan GPS biasanya dipakai menjadi metode yang canggih dipakai tim peneliti dan pelestari satwa untuk memetakan lokasi hewan-hewan yang sedang diamatinya.
Namun, begitu alat tersebut ditempelkan pada tubuh hewan, sinyal yang dipancarkannya dapat dilacak oleh penangkap sinyal sehingga anggota tim bisa mengetahui keberadaan hewan yang diteliti. Apesnya, cara ini juga dipakai pemburu untuk mendapatkan hewan buruannya.
Baca selengkapnya di Pemburu Liar Gunakan Alat Pemancar Milik Peneliti untuk Temukan Hewan Buruan
Ketiga, kita akan membahas pemandangan aneh yang muncul di jalanan kota Randolph, AS timur. Sejumlah kalkun tampak berjalan sambil berbaris mengelilingi mayat kucing. Peristiwa tak biasa ini pertama kali dilihat warga setempat, Jonathan Davis hari Kamis (2/3/2017) waktu setempat.
Davis sebagai pecinta hewan, lalu mengambil ponselnya untuk mengabadikan peristiwa atau momen unik itu. Ia kemudian mengunggah video hasil rekamannya ke Twitter. Dalam kurun waktu dua hari, video itu sudah direply lebih dari 70 ribu kali dan memperoleh tanda suka lebih dari 120 ribu netizen.
Baca selengkapnya di Aneh, Bangkai Kucing Ini Dikelilingi Kalkun yang Berjalan Sambil Berbaris
Keempat, kita akan merasa prihatin dengan seekor kura-kura jenis penyu yang berusia cukup tua. Nama penyu ini Bank. Penyu ini mendiami sebuah kolam di kota Sri Racha, Thailand bagian timur. Selama kurun waktu bertahun-tahun, telah dilakukan kebiasaan untuk melempar koin di kolam itu untuk berharap bisa mendapatkan nasib baik.
Untuk itu, para turis pasti melemparkan sekeping koin ke kolam yang dididiami Bank agar memberikan nasib baik baginya. Namun, ironinya, praktik lempar koin itu justru memberikan nasib buruk kepada penyu yang bernama Bank ini karena koin ini justru dimakannya sehingga banyak terkumpul di perutnya.
Baca selengkapnya di Penyu Ini Dioperasi Karena Memiliki Ratusan Koin Logam di Perutnya
Terakhir, kita akan mengulas tindakan tak terpuji manusia yang dilakukan terhadap hewan buaya. Kejadian kejam ini dilakukan para pengunjung di kebun binatang Belvedere, Tunisia. Pada hari Rabu (1/3/2017) waktu setempat, seekor buaya yang ada di kebun binatang Belvedere dilempari batu. Sungguh naas, nasib hewan buaya itu karena tak lama setelah itu, buaya itu mati.
Menurut, pengelola kebun binatang Belvedere menyebut kalau buaya malang itu tewas karena akibat adanya pendarahan internal di dalam tubuhnya. Insiden ini pun mendapat tanggapan yang serius dari Kementerian Lingkungan Tunisia. Mereka pun berencana menambah petugas keamanan di lingkungan kebun binatang Belvedere.
Baca selengkapnya di Buaya di Kebun Binatang Tunisia Mati Akibat Dilempari Pengunjung
