HarianBernas.com – Adhika Dwi Pramudita telah bermain basket sejak umur 10 tahun, bahkan pernah menjadi pemain basket level kuliahan. Pengalaman mengikuti kompetisi basket, membuatnya mempunyai level kompetitif yang tinggi.
“Termasuk saya biasa mengalami kekalahan, tapi tidak menyerah terhadap kekalahan, tapi terus memperbaiki diri hingga suatu hari bisa menang. Berkat kerja keras orangtua, alhamdulillah, saya selalu bersekolah di sekolah yang terbaik di Surabaya. Lingkungan saya waktu masih SMA mengajarkan bahwa di atas langit masih ada langit. Saya yang biasa juara kelas dari SD sampai SMP, tiba-tiba harus menjadi salah satu yang ‘terbodoh’ di sekolah tersebut. Persaingan sehat dan mengetahui bahwa banyak sekali orang yang lebih pintar sangat membantu untuk mempunyai sikap terus ingin mengembangkan diri,” ungkapnya ke Harian Bernas (6/2).
Baca juga: 14 Universitas Jurusan Teknik Informatika Terbaik di Indonesia
Penyuka olahraga basket ini kini berkarya di Penulis.ID, perusahaan digital content agency, sebagai Business Development Director. Ia pun pernah mendapatkan berbagai award di bidang bisnis dan manajemen, serta diundang menjadi pembicara di berbagai universitas untuk sharing pengetahuannya di bidang digital. “Peranan saya di perusahaan termasuk memimpin tim marketing dan business development untuk mengembangkan bisnis Penulis.ID. Alhamdulillah saat ini, perkembangan bisnis Penulis.ID sangat bagus, terutama untuk jasa konten, social media, dan press release,“ ucapnya.
Master Business Administration and Management ini pun membagikan pengalaman uniknya yang khusus sehingga menjadi titik balik baginya ketika berproses sehingga menjadi seperti sekarang ini. “Mungkin saat saya dulu magang di perusahaan Malaysia. Saya jadi melihat bahwa dunia itu luas sekali, bahwa batas potensi manusia bisa besar sekali. Di medio 2010, dunia digital Malaysia berkembang sangat pesat. Meskipun sekarang Indonesia sudah menyusul, bahkan mengungguli. Namun, pengalaman bekerja bersama professional dan bos saya di Malaysia sangat berguna dalam karir dan kehidupan saya berikutnya,” tukasnya.
Pengagum sosok Ibu ini pun menceritakan pengalaman unik di pekerjaannya. ”Mendapatkan calon klien perusahaan kondom! Karena kesepakatan bersama, kami di Penulis.ID tidak menerima klien dari kategori kondom, minuman keras, dan judi sehingga kami terpaksa tidak memfollow-up calon klien tersebut, padahal nominal projectnya sangat besar. Kami percaya di perusahaan harus memegang teguh prinsipnya,” bebernya.
Baca juga: Jurusan IT: Pengertian, Mata Kuliah, dan Prospek Kerja Terbaru
Ia pun menerangkan tentang alasan menekuni bidang pekerjaannya sampai sekarang ini. ”Dunia digital sangat menyenangkan. Tantangannya terus berubah sehingga kita harus terus menyesuaikan diri. Prospek bisnis digital juga sangat besar,” terangnya.
Sarjana Teknologi Informasi ini memaparkan permasalahan yang paling sering dihadapi di dalam pekerjaannya.”Berada di level senior management, permasalahan yang dihadapi tentunya anggota tim kita yang kurang perform. Saya menyikapinya dengan mentoring, KPI, dan award and punishment. Anggota tim yang berada di bawah saya akan mendapatkan mentoring untuk mencapai semua target kerjanya (KPI). Apabila mereka mencapai target, saya akan memastikan mereka mendapatkan award, dan sebaliknya, memberi hukuman kalau tidak mencapai target, tapi tetap dengan memberi pointer dan advice kenapa mereka bisa tidak mencapai target,” paparnya.
Alumni Universitas Ciputra ini pun membeberkan tentang tantangan yang akan dihadapi ke depannya.”Penulis.ID berniat untuk mulai memasuki pasar ASEAN di tahun 2018 sehingga persiapan ke sana tentu sangat berat. Kami pertama harus menyiapkan tim internal dulu agar siap menerima klien luar negeri. Saat ini, kami sudah memiliki klien luar negeri, tapi masih sedikit. Cara memperlakukan klien dari luar negeri dan dalam negeri tentu berbeda, ini yang sedang dipelajari oleh tim internal kami,”bebernya.
Alumnus Binus International ini juga menjelaskan tentang bidang pekerjaan yang digeluti ini penting dilakukan dan dibagikan kepada masyarakat. ”Digital content memegang peranan penting dalam bisnis digital secara keseluruhan. Content marketing merupakan teknik marketing yang terjangkau untuk dicoba pebisnis digital yang baru mulai. Tentu saja, pebisnis digital yang masih baru atau bermodal kecil tidak bisa membeli spot iklan TV ataupun digital yang banyak, tapi mereka pasti masih mampu untuk mengeksekusi content marketing untuk meningkatkan penjualan mereka,” jelasnya.
Baca juga: Apa Itu Jurusan Sistem Informasi? Inilah Mata Kuliah dan Prospek Kerjanya
Mantan UI Designer, Software Tester, Website Analyst di Velkom Group, Malaysia ini membangun kebiasaan khusus untuk mendukung bidang pekerjaannya. “Mungkin karena tinggal di Jakarta, saya punya kebiasaan untuk baru pulang kantor setelah jam 8 atau minimal setelah menunaikan sholat Isya. Pulang kantor telat banyak manfaatnya. Selain menyelesaikan lebih banyak pekerjaan, kita juga jadi tidak terkena macetnya Jakarta. Kalau tidak sedang meeting di luar, saya usahakan membagi pekerjaan menjadi 4 segmen, yaitu sebelum sholat dhuhur, sebelum sholat ashar, sebelum sholat maghrib, dan segmen malam setelah sholat maghrib. Dengan begitu, tiap 3 jam, minimal untuk istirahat sholat, kita ada istirahat 15 menit untuk menyegarkan pikiran sehingga kerja jadi lebih maksimal,” urainya.
Mantan Editor In Chief di Studentpreneur ini membagikan inspirasinya kepada orang lain yang membaca kisahnya ini. ”Percaya saja bahwa kerja keras akan membuahkan hasil. Meskipun ada debat bahwa kerja pintar lebih penting dari kerja keras, saya lebih percaya pada kerja keras karena kita belum tentu pintar. Kerja itu amanah dari Allah sehingga harus bekerja sekeras mungkin menjalankan amanah,”ucapnya.
Mantan Brand and Marketing Manager, PT Katapedia Indonesia ini juga memberikan sarannya kepada orang yang ingin meraih kesuksesan seperti yang dicapainya saat ini. ”Pertama, kerja keras. Kedua, bekerjalah di bidang yang Anda senangi. Ketiga, jangan pernah minder. Ketika melihat orang sukses, kita ada kecenderungan untuk minder. Sikap seperti ini harus dikurangi. Kita sebaiknya tetap respek pada orang sukses tersebut, dan kalau bisa mengenal mereka dan meminta mereka mengajari kita untuk sukses juga. Saya punya banyak sekali guru dan mentor, senior-senior saya di dunia digital Indonesia yang sangat baik mau membantu dan menjadi mentor bagi saya. Bahkan perusahaan sebesar Tokopedia pun, pendiri perusahaannya William, dia masih mau meluangkan waktu untuk menjadi mentor bagi saya, meskipun sebenarnya manfaat bagi dia tidak terlalu besar,” jawabnya.
Mantan General Manager e-Finance SBI Japan Group and Corfina Capital ini membocorkan projectnya dalam waktu dekat ini.”Membawa Penulis.ID menjadi perusahaan digital content agency level Asia Tenggara. Saya ingin membantu perusahaan mendapatkan pasar di Asia Tenggara,” ucapnya.
Director of Business Development ini juga menyebutkan impian terbesar untuk ke depannya.”Kalau dalam karir, 10 tahun ke depan, saya ingin membesarkan komunitas digital startup di Surabaya yang saat ini sudah dirintis oleh teman-teman dengan porsi yang lebih besar. Saya percaya bahwa Surabaya mempunyai talenta yang lebih besar dari Jakarta, cuma sayang kurang dipoles. Menjadi venture capitalist untuk startup-startup di Surabaya, itu adalah target karir dalam 10 tahun ke depan,” pungkasnya.
Baca juga: 10 Universitas Jurusan Perhotelan Terbaik dan Unggul di Indonesia
