HarianBernas.com-Dalam perjalanan karirnya, Ir Duddy Arisandi, ST, MT memiliki pengalaman unik yang berkesan saat menjadi konsultan di PT PINDAD Persero, sebagai tenaga paruh waktu selain bekerja sebagai instruktur di Politeknik Manufaktur Bandung, untuk instalasi perangkat lunak maintenance control system.
“Setelah diijinkan masuk pada daerah terlarang (khusus untuk melakukan pengujian senjata), betapa sadarnya saya bahwa bangsa ini dapat menjadi Negara Super Power karena memiliki industri-industri yang menopang pertahanan dan keamanan nasional,” ungkapnya ke Harian Bernas (29/3).
Baca juga: Contoh Paragraf Induktif, Deduktif, Campuran, dan Ineratif
Sebuah peristiwa pun semakin meyakinkannya untuk terus berkontribusi dalam bidang ilmu teknik di dalam negeri. “Pengalaman saat mengerjakan proyek thesis di Magister FTMD-ITB. Pada saat mencari literature terkait pengembangan turbine dan engine, setiap search literature selalu asal literature/penulisnya berasal dari bangsa asing.
Selain Eropa dan Amerika, banyak sekali yang berasal dari Cina, Jepang, dan India. Saya berpikir, mereka menjadi maju karena ringan tangan dalam membagi ilmu. Saya berpikir, kenapa tidak suatu saat nanti pada saat orang-orang yang ada di dunia mencari literature, ternyata banyak yang berasal dari bangsa Indonesia, khususnya untuk open source sharing knowledge,” tuturnya.
Sarjana Teknik Mesin ini kini menekuni profesi sebagai Dosen di Akademi Teknik Soroako (ATS) dan sudah mendapatkan sertikasi dosen. “Tugas yang saya jalani saat ini adalah melakukan pendidikan teori untuk bidang teknik pemeliharaan mesin dan teknik perancangan manufaktur, melaksanakan penelitian sesuai bidang keahlian teknik mesin dan terkait dengan sistem pendidikan tinggi seperti pengembangan kurikulum, melaksanakan pengabdian masyarakat seperti pelatihan bagi pemuda Luwu Timur yang merupakan kerjasama antara ATS dengan Pemda Luwu Timur, melaksanakan bimbingan belajar bagi murid SMA lokal Soroako yang akan melanjutkan kuliah ke perguruan tinggi,” jelasnya.
Hobinya mengajar ini dimulai dari membantu adik-adik SD, SMP di Karisma ITB Bandung, kemudian membantu bimbel persiapan masuk kuliah bagi lulusan SMA yang ada di wilayah Soroako, Sulawesi Selatan.
“Selain itu dari keluarga besar ibu saya banyak yang menjadi guru. Suatu saat nanti saya akan meninggal dunia dan berpikir amal apa yang kira-kira bisa langgeng walaupun saya telah meninggal dunia dan ternyata di dalam agama saya disediakan, yaitu menyampaikan ilmu yang bermanfaat,” ujarnya.
Baca juga: 4 Langkah Menemukan Ide Pokok Paragraf dengan Mudah
Alumnus ITB ini pun menjelaskan bahwa bidang yang digelutinya ini penting dilakukan dan dibagikan kepada masyarakat.
“Mahasiswa atau pelajar Indonesia banyak yang jago-jago di event internasional terkait dengan lomba ilmu pengetahuan dan pembuatan prototype mesin. Namun, belum membumi dan mengakar di masyarakat. Banyak orang tidak mendapatkan kesempatan untuk bersekolah di sekolah yang terkenal karena kendala waktu, uang, dan kesempatan. Dengan kemajuan teknologi yang ada, pengalaman kita dapat di-share ke masyarakat yang ada jauh di pelosok-pelosok. Kita buatkan guide line/ arahan untuk mengembangkan teknologi sesuai dengan keahlian dan pengalaman yang kita miliki,” urainya.
Mantan Ka. Program Studi Teknik Pemeliharaan Mesin, Jurusan Teknik Manufaktur Politeknik Manufaktur Bandung memaparkan permasalahan yang paling sering dihadapi dalam pekerjaannya.
“Kompetensi anak asuh yang tidak sesuai dengan persyaratan dasarnya. Banyak saya jumpai kasus bahwa materi matematika dan fisika menjadi momok bagi pelajar di negeri ini. Saya tetap optimis bahwa suatu saat nanti akan tumbuh kecintaan akan materi tersebut. Dalam menyikapinya, saya merasa ada yang salah di dalam sistem pendidikan kita. Sejak SD, SMP, SMA orang-orang belajar matematika dan fisika, tapi pada kenyataannya apa yang dijumpai adalah bahwa siswa-siswa kita menanggapinya sebagai suatu hapalan, bukan suatu hal menarik untuk dipahami sehingga saya berupaya men-share beberapa tulisan terkaitan sistem pendidikan di dalam blog saya,” paparnya.
Penyuka olahraga tenis ini membeberkan tentang tantangan pekerjaan yang akan dihadapi ke depannya.”Perilaku mahasiswa yang tidak sejalan dengan perkembangan teknologi yang ada. Segala sesuatunya ingin mudah, catatan difoto via android bukannya ditulis tangan dengan baik. Segala sesuatunya mudah didapatkan di internet sehingga banyak tugas mahasiswa yang dibuat berdasarkan copy paste tanpa memahami kandungannya. Dalam menyikapinya, saya harus lebih pintar sedikit dibandingkan mahasiswa, pengembangan ke arah softskill menjadi tujuan utama pembelajaran. Sejalan dengan tujuan utama system pendidikan nasional kita yang pertama, menciptakan insan-insan yang beriman dan bertakwa melalui pembelajaran di kampus-kampus,” bebernya.
Baca juga: 18 Jenis Konjungsi, Pengertian, dan Contoh Kalimat Terlengkap
Pengagum sosok Nabi Muhammad SAW ini pun memiliki habit khusus yang dibangun selama ini untuk mendukung pekerjaannya. ”Tulis dan rekam apa yang Anda lakukan sehingga suatu saat bisa dijadikan tulisan yang berguna. Andai tulisan yang kita buat tidak berguna di suatu tempat, boleh jadi di belahan dunia lainnya masih bermanfaat dan dengan mudah dapat disosialisasikan. Apa yang saya bangun adalah Research Open Source, siapa saja boleh mengambil/ meniru pengalaman baik yang telah kita lakukan. Terlebih didukung oleh World Window di era Teknologi Informasi ini,” katanya.
Karyawan Terbaik III di Politeknik Manufaktur Bandung tahun 2003 memberikan inspirasi dan sarannya kepada orang lain yang membaca kisahnya ini.”Jangan sungkan untuk membagi ilmu kepada orang lain melalui studi literature ataupun pengalaman kita. Pengembangan teknologi harus tetap berjalan dan dilanjutkan oleh orang lain. Orang lain biar tinggal melanjutkan saja, tidak perlu merasakan pahit dan getirnya apa yang telah kita upayakan. Untuk saran, arsipkan semua kegiatan yang pernah kita lakukan, beri sentuhan dengan lebih menarik, kemudian kita sebarkan kepada orang lain. Kita tidak mengharapkan balasan secara materil, tapi lebih mengharap balasan dari Yang Maha Esa,” ucapnya.
Ia pun menceritakan tentang lingkungan yang memengaruhi hingga menjadi seperti sekarang. Baginya, segala sesuatunya berawal dari kesulitan dan tekanan. Dengan itu, ia dirangsang untuk mencari metode baru untuk mengatasi masalah yang ada, bahwa yang disebut dengan olahraga bukan hanya olahraga jasmani saja, tapi juga olahraga pikiran/jiwa. Untuk pencapaian yang paling membanggakan, ia menyebut bahwa selama karirnya selama ini, sejak lulus perguruan tinggi dari 1991, telah menulis sekitar 10 judul modul atau literature baik yang sifatnya individu ataupun berkolaborasi.
Dosen ini pun membocorkan project dalam waktu dekat dan impiannya. “Untuk project, menulis buku tentang reverse engineering, perancangan teknik, dan penggunaan perangkat lunak untuk pemodelan. Untuk impian, membuat sekolah vokasi di Indonesia,” pungkasnya.
Baca juga: 14 Universitas Jurusan Teknik Informatika Terbaik di Indonesia
