HarianBernas.com ? Di dunia ini, setiap orang pasti pernah mengalami jatuh cinta. Memandang seseorang dengan perasaan berdebar dan istimewa. Biasanya, saat sudah mengenal yang namanya cinta, orang itu akan bertindak di luar akal pikiran. Tentu saja itu hal yang wajar. Setiap orang pasti pernah mengalaminya meskipun hanya sekali.
Mereka mengalami jatuh cinta, kemudian putus -entah untuk bersatu kembali atau benar-benar pergi. Yang lain datang untuk masuk ke kehidupan kita untuk tetap tinggal ataupun juga pergi. Di lansir dari laman website Bright Side, setiap orang secara psikologis memiliki tiga kali kesempatan untuk jatuh cinta. Dan setiap kejadiannya bukanlah hal memalukan, justru adalah hal yang sangat penting untuk dialami.
Inilah 3 tipe jatuh cinta yang akan setiap orang alami selama mereka hidup, buat kamu yang belum menemukan nggak perlu khawatir. Sedang diproses.
1. Jatuh cinta ala cerita dongeng
Sangat sering, bahkan hampir setiap orang mengalami jatuh cinta untuk pertama kali saat masih sangat belia. Apa yang kita rasakan saat ini sering kali disamakan dengan perasaan jatuh cinta yang sama dengan buku ataupun cerita dongeng yang kita baca. Jatuh cinta pada pandangan pertama. Cinta pertama dan terakhir.
Pada detik ini, kita cenderung melakukan hal yang teman sebaya atau anggota keluarga kita harapkan. Sampai-sampai kita menolak untuk memperhatikan masalah-masalah kecil yang muncul dan justru dipersiapkan untuk mengorbankan prinsip kita sendiri demi hubungan yang sedang dijalani karena di dalam hati kecil kita berpikir bahwa semuanya terjadi memang seperti seharusnya.
Bagaimana hubungan kita terlihat dari luar lebih penting daripada apa yang kita rasakan. Cinta yang seperti ini mengajarkan kepada kita bahwa cara kita memandang pasangan kita sama pentingnya dengan cara kita memandang hal-hal di sekeliling kita.
2. Cinta yang rumit
Cinta yang kedua dalam hidup adalah jatuh cinta yang paling rumit. Kita menjadi terlalu percaya diri dengan apa yang sudah kita pelajari dari pengalaman jatuh cinta sebelumnya. Kita mencoba memilih pasangan yang sangat jauh berbeda dari pasangan kita sebelumnya. Atau kita pikir itulah yang kita lakukan.
Kemungkinan besar saat itu kita dimanipulasi, dibohongi, bahkan disakiti. Kita bertahan pada kemungkinan-kemungkinan untuk terus memperbaiki hubungan, meskipun usaha-usaha berikutnya justru membawa kita kepada suatu masalah yang jauh lebih besar. Ini benar-benar seperti drama dengan beberapa momen kebahagiaan.
Sekali lagi, perasaan kita yang sebenarnya sedang menyimpang ke dalam sesuatu yang menyerupai penyelamatan terhadap hubungan yang hanya akan memberimu kesakitan tanpa akhir. Cinta yang seperti ini mengajarkan kita bahwa penting mencintai kembali.
3. Cinta yang dewasa
Cinta yang terakhir muncul di titik di mana hidup kita sudah mencapai batas penantian akan seseorang. Saat itu datang tanpa kita panggil dan bahkan tidak memenuhi syarat akan bagaimana cinta itu seharusnya menurut kita. Cinta itu datang bukan untuk menjadi cinta yang sempurna. Tapi itu adalah cinta sejati, sebuah hubungan yang asli, hadir karena sebuah perasaan yang istimewa?sesuatu yang bahkan tidak mampu diungkapkan dengan kata-kata.
Saat sudah mencapai titik ini, kita tidak lagi berekspektasi jauh dari realita. Kita tidak lagi menjadi pribadi yang membuang waktu memikirkan kualitas tentang cinta yang harus memiliki. Jadi kita menjadi pribadi yang siap menerima bagaimanapun pasangan kita. Dan yang terbaik adalah pasangan kita juga melakukan hal yang sama. Cinta seperti ini mengajarkan kepada kita untuk mejadi benar-benar nyata dan bahwa sebuah hubungan tidaklah harus sempurna.
