HarianBernas.com – Titik balik Bambang Triyawan bisa menekuni profesi coach bermula ketika pernah menjadi distributor lepas bagi Amway, perusahaan network marketing dari Amerika. ?Saya masuk tahun 1994 dan berhenti di tahun 1996. Itu adalah awal titik balik dalam kehidupan saya. Selama bergabung dengan Amway, saya banyak mendapatkan kemampuan dan kompetensi khususnya dalam hal public speaking. Pertemuan saya dengan Zig Ziglar, motivator internasional, dalam sebuah seminar Amway, membuat saya memutuskan untuk merintis karir sebagai seorang coach. Saya ingin menjadi seperti beliau, memberikan inspirasi bagi banyak organisasi dan perusahaan,? ungkapnya ke Harian Bernas (27/3).
Untuk pengalaman unik di pekerjaan sebagai coach, ia pernah diminta mengembangkan beberapa manager di sebuah pabrik tekstil di Bandung yang dipandang pihak manajemen sudah tidak memiliki harapan untuk diubah atau dikembangkan. ?Alhamdulillah, mereka menunjukkan perubahan yang sangat signifikan setelah saya coaching. Senang sekali bisa mitra perubahan bagi para eksekutif,? tuturnya.
Untuk lebih spesifiknya, CEO Invis Coach ini menekuni bidang leadership coaching di bawah bendera Invis Coach. Ia memiliki kesukaan unik, yaitu masuk ke komunitas baru dan bertemu dengan orang dari berbagai latar belakang industri dan bisnis. Hobinya ini diyakini sebagai salah satu yang memudahkannya untuk menjangkau orang-orang baru dalam bisnisnya. ?Kami fokus mengembangkan para pemimpin bagi perusahaan-perusahaan dari beragam bisnis dan industri, organisasi profit ataupun non-profit,? katanya.
Pengalaman dengan sosok Ayah pun menjadi pengalaman berkesannya. ?Ayah saya adalah orang yang paling berperan dalam mendorong saya untuk berani tampil di depan publik. Beliau adalah seorang negosiator ulung dan bekerja di Pertamina. Beliau menghadiri workshop keadership saya yang pertama di sebuah perusahaan BUMN di Dumai(RIAU) pada tahun 2001. Kehadiran beliau membuat saya yakin untuk memilih karir sebagai seorang coach dan trainer,? bebernya.
Penulis buku High Performance Leadership ini pun menjelaskan tentang alasan menekuni bidang sampai sekarang ini.?Saya menekuni bidang saya saat ini karena memikirkan kesejahteraan semua pekerja Indonesia. Mereka hanya dapat meraih kesejahteraan bila dipimpin oleh para pemimpin yang peduli pada kesejahteraannya dan mampu memimpin orang secara positif, efektif, dan menyenangkan. Saya harus terus mengkampanyekan pentingnya menerapkan kepemimpinan yang benar dan berorientasi manusia di dalam organisasi kita. Itu adalah cara untuk menciptakan lingkungan yang lebih positif di tempat kerja kita,? urainya.
Ia menjelaskan tentang permasalahan yang paling sering dihadapi dalam bidang pekerjaannya. ?Permasalahan yang sering saya hadapi adalah lemahnya komitmen top management dalam mendorong perubahan di dalam organisasi atau perusahaannya. Saya menyikapi dengan terus berusaha memengaruhi komitmen mereka untuk perubahan. Tidak mungkin ada perbaikan bila kita tidak bersedia untuk berubah,? terangnya.
Pemilik cita-cita ingin menjadi penyanyi saat kecil ini menceritakan tentang tantangan yang akan dihadapi ke depan. ?Tantangan ke depan adalah bagaimana menjangkau perusahaan-perusahaan di Indonesia secara lebih luas agar pengaruh dari program-program kami dapat dirasakan oleh banyak pihak. Saya membutuhkan tim dan associate coach yang dapat bekerja secara kolaboratif untuk menjangkau target pasar yang lebih luas,? ucap ceritanya.
Ia pun memaparkan tentang bidang yang digeluti ini penting dilakukan dan dibagikan kepada masyarakat.?Masyarakat kita membutuhkan pendidikan berkelanjutan untuk meningkatkan daya saing mereka menghadapi era ekonomi saat ini. Bidang leadership development adalah salah satu program terpenting yang harus diberikan kepada masyarakat luas agar mereka dapat menggunakannya dalam bisnis atau pemberdayaan ekonomi. Bisnis tanpa leadership akan kehilangan arah dan fokusnya,?paparnya.
Penyuka hobi membuat jaringan pertemanan (networking) ini memiliki habit khusus yang dibangun selama untuk mendukung bidang profesinya. Ia banyak membaca buku. Dalam sebulan, bisa menyelesaikan 2-3 buku, bisa buku yang terkait dengan kepemimpinan dan juga literatur Islam. ?Untuk mengembalikan mood agar semangat bekerja, saya orang yang selalu berpegang pada prinsip amanah dalam bekerja, tidak saya biarkan mood yang negatif mengendalikan saya. Saya mengeksekusi rencana kerja dengan segera tanpa banyak berpikir atau menimbang-nimbang. Just do it!?
Lingkungan pun memberikan pengaruh yang besar dalam karirnya sebagai coach. Ia banyak berteman dengan mereka yang satu visi dan tujuan dalam kehidupan ini sehingga banyak hal-hal baik yang bisa kami sinergikan. Lingkungannya adalah orang-orang yang tidak pernah berhenti belajar dalam hidupnya sehingga mendorongnya untuk terus belajar dalam kehidupan ini. ?Untuk pencapaian yang paling membanggakan, saat saya berhasil meningkatkan produktivitas sebuah organisasi atau perusahaan setelah saya mengembangkan para pemimpin mereka karena ada korelasi yang kuat antara efektivitas kepemimpinan dengan produkvitas organisasi. Makin buruk kualitas kepemimpinannya maka makin buruk pula produktivitas organisasinya,? jelasnya.
Pengagum sosok Umar bin Abdul Azis, seorang khalifah pemimpin umat Islam di masa lalu ini memberikan inspirasi dan sarannya kepada orang lain yang membaca kisahnya.?Saat Anda sudah menemukan jalur yang Anda minati dan ada passion Anda di jalur itu maka lakukanlah dengan potensi terbaik yang Anda miliki. Kuraslah semua potensi Anda untuk mencapai hasil-hasil terbaik dalam bisnis atau pekerjaan Anda. Untuk saran, janganlah mudah menyerah dan berhenti karena seringkali keberhasilan sudah semakin dekat dari kita. Kegagalan makin mendekatkan kita pada kesuksesan. Yang dibutuhkan adalah kesabaran dan persistensi,? ujarnya.
Master coach ini membocorkan tentang project dan impiannya dalam waktu dekat ini. ?Untuk project, saya sedang menyelesaikan naskah buku saya yang kedua, yaitu The Influential Leader. Buku saya yang pertama, High Performance Leadership, telah diterbitkan Elex Media pada tahun 2016. Saya ingin lebih mengenalkan konsep-konsep saya terkait kepemimpinan dan manajemen kepada masyarakat luas. Untuk impian, mengumpulkan banyak coach di perusahaan saya. Mereka adalah orang-orang yang siap berbagi inspirasi dengan orang lain sehingga kemampuan leadership SDM kita semakin baik lagi di masa depan. Mereka tidak hanya paham mengenai teori kepemimpinan dan mengajarkannya, namun juga harus mempraktekkannya dalam kehidupan sehingga pengaruh mereka lebih kuat dan nyata,? pungkasnya.
