HarianBernas.com – Ullamaliztli adalah nama dari olah raga menggunakan bola yang berasal dari Amerika Tengah. Orang awam mungkin bakal mengerutkan dahi begitu mendengar nama itu saking tidak familiarnya. Hal yang wajar karena olah raga ini berusia 3 ribu tahun ini sempat tidak dimainkan sama sekali selama berabad-abad akibat larangan yang dibuat oleh bangsa Spanyol ketika menaklukkan Amerika Tengah.
Kendati aktivitas terkait olah raga ini sempat menghilang selama ratusan tahun, hal tersebut tidak lantas menjadikan olah raga ini terlupakan sama sekali. Tahun 2006, sebuah turnamen ullamaliztli sempat digelar di Meksiko. Namun sesudah itu, turnamen serupa tidak digelar lagi sebelum akhirnya ada yang kembali berinisiatif menggelar turnamen ullamaliztli pada tahun ini.
Turnamen ullamaliztli edisi tahun ini dilangsungkan di kota Teotihuacan. Sebuah kota di Meksiko tengah yang memiliki banyak peninggalan piramida. Ada 10 tim yang mengikuti turnamen ullamaliztli ini. Menurut pihak panitia seperti yang dikutip oleh BBC, tujuan digelarnya turnamen ullamaliztli adalah untuk menghidupkan kembali budaya kuno setempat.
Ullamaliztli bisa dideskripsikan sebagai permainan antara dua tim yang masing-masingnya beranggotakan tujuh orang pemain. Seperti halnya permainan sepak bola, pemain tidak boleh menyentuh bola menggunakan tangannya. Namun tidak seperti sepak bola, pemain tidak boleh menggunakan kakinya dan hanya boleh memantulkan bola memakai pinggangnya.
Ullamaliztli sendiri bukanlah permainan biasa karena permainan ini memiliki makna filosofis dan spiritualitas yang dalam. Perebutan bola antara masing-masing tim dianggap menyimbolkan pergumulan antara cahaya dan kegelapan. Di era kuno, mereka yang kalah dalam permainan ini bahkan bisa dieksekusi untuk dijadikan persembahan kepada dewa.
