HarianBernas.com – Kabar buruk datang dari Karang Penghalang Besar di Australia. Barisan terumbu karang terbesar di dunia tersebut dilaporkan berada dalam kondisi rusak dan tidak akan bisa pulih lagi seperti sedia kala. Pemutihan yang sudah berlangsung selama dua tahun berturut-turut di Karang Penghalang Besar jadi penyebab utamanya.
Hal tersebut dikatakan oleh para ilmuwan dari Universitas James Cook. Menurut mereka, pada bulan Maret lalu mereka menemukan terjadinya pemutihan massal terumbu karang di Karang Penghalang Besar. Keyakinan mereka akan terjadinya pemutihan massal pada tahun ini semakin kuat setelah mereka melakukan survei dari udara.
Temuan tersebut jelas bukan kabar menggembirakan mengingat fenomena serupa juga terjadi di tahun sebelumnya. Bagian utara Karang Penghalang Besar menjadi daerah dengan dampak negatif terparah di tahun tersebut. Sekarang giliran bagian tengah terumbu karang yang mengalami dampak terparah.
?Karang yang memutih belum tentu bakal menjadi karang mati, namun di daerah tengah kami mengantisipasi tingginya angka kematian karang. Butuh waktu setidaknya 10 tahun untuk pemulihan total, bahkan pada terumbu karang dengan laju pertumbuhan cepat sekalipun. Jadi pemutihan massal dalam rentang waktu 12 bulan tidak memberikan prospek pemulihan sama sekali untuk karang yang mengalami kerusakan di tahun 2016,? papar James Kerry seperti yang dikutip oleh France 24.
Ilmuwan lain yang bernama Terry Hughes menambahkan kalau fenomena pemutihan massal disebabkan oleh tingginya suhu laut akibat pemanasan global. Sekarang hanya sepertiga bagian terumbu karang di sebelah selatan yang tidak terkena fenomena pemutihan massal ini.
Karang merupakan hewan laut menyerupai tumbuhan yang membangun semacam kerangka yang terbuat dari kapur. Di bagian dalam tubuh hewan karang, terdapat semacam mikroorganisme bernama Zooxanthellae yang membantu menyediakan makanan bagi karang tuan rumahnya. Jika suhu air laut meningkat terlampau tinggi, Zooxanthellae akan terdorong keluar sehingga karang mati kelaparan. Yang tersisa kemudian tinggal kerangka karang yang berwarna putih.
