HarianBernas.com – Air China mengumumkan kalau pihaknya menghentikan rute penerbangan antara Beijing dan Pyongyang. Maskapai yang berbasis di Tiongkok tersebut menyatakan kalau kebijakan ini diambil sebagai tanggapan atas sepinya rute penerbangan yang bersangkutan.
?Kami akan menjadwalkan rute penerbangan berdasarkan tingkat permintaan konsumen,? jelas perwakilan Air China kepada CNN. Kebijakan penutupan rute ini sendiri secara efektif bakal mulai berlaku pada hari Senin (17/4/2017) waktu setempat.
Selama ini maskapai Air China diketahui melayani rute penerbangan Beijing-Pyongyang sebanyak tiga kali seminggu. Namun selama beberapa bulan terakhir, jumlah penerbangan antara kedua negara menjadi semakin jarang. Rute penerbangan tersebut menjadi satu dari sedikit jalur udara yang menghubungkan Korea Utara dengan dunia luar.
Namun ada spekulasi kalau penutupan rute ini juga terkait dengan meningkatnya tensi di Semenanjung Korea dan tekanan yang diberikan oleh AS kepada Korea Utara. Memanasnya situasi di Semenanjung Korea tidak lepas dari kian seringnya Korea Utara melakukan uji coba peluncuran misil di lepas pantainya. AS lantas menanggapinya dengan mengirimkan kapal induknya ke Korea Selatan.
Tiongkok merupakan negara partner ekonomi utara Korea Utara. Lebih dari 80 persen komoditas ekspor dan impor Korea Utara mengarah ke Tiongkok.
Air China bukanlah satu-satunya maskapai yang melayani rute penerbangan antara Korea Utara dan Tiongkok. Maskapai Air Koryo yang berbasis di Korea Utara juga melayani rute penerbangan antara Pyongyang dengan Beijing dan Shenyang.
