HarianBernas.com – Ratusan umat Kristen di kota Qaraqosh, Irak utara, mengikuti perayaan Minggu Palem pada hari Minggu (9/4/2017). Perayaan tahun ini terasa begitu istimewa bagi mereka karena untuk pertama kalinya sejak tiga tahun terakhir, mereka bisa kembali lagi menggelar misa Minggu Palem.
Gereja yang mereka gunakan sebenarnya berada dalam kondisi kurang layak. Pasalnya gereja tersebut sempat dibakar ketika Qaraqosh dikuasai oleh ISIS sejak tahun 2014. Altar gereja juga terlihat berada dalam kondisi kurang rapi. Tulisan ?Negara Islam? bahkan dapat terlihat di sejumlah dinding gereja.
Namun semua hal tersebut tidak menyurutkan semangat umat Kristen di Qaraqosh untuk mengikuti misa Minggu Palem. Sejumlah tentara yang dilengkapi dengan senapan terlihat bersiaga di luar gedung gereja. Namun untungnya prosesi ibadah di gereja tersebut berjalan tanpa kendala hingga akhir.
Uskup Besar Butrus Moshe bertindak sebagai pemimpin jalannya misa. Banyak dari jemaah yang mengikuti misa berasal dari kota Arbil yang terletak di daerah otonomi Kurdistan Irak. Saat mengisi ceramah, Moshe berpesan kepada para peserta misa untuk senantiasa memelihara kerukunan.
Qaraqosh atau Bakhdida merupakan kota di Irak utara yang berpenduduk mayoritas Kristen. Ketika ISIS datang menduduki Qaraqosh, penduduknya beramai-ramai melarikan diri. Kendati sekarang kota tersebut tidak lagi dikuasai oleh ISIS, masih banyak penduduk yang ragu untuk kembali karena Qaraqosh hanya berjarak 20 km di sebelah utara Mosul yang sekarang menjadi arena pertempuran sengit antara pasukan koalisi dan ISIS.
