Kebumen,HarianBernas.com-Tanggul saluran induk Wadaslintang Barat di Desa Bojongsari, Kecamatan Alian, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, hari Senin (17/4) pagi jebol. Kejadian ini mengakibatkan banjir bandang selama 1 jam, di permukiman di bawah tanggul yang jebol. Sebanyak 15 rumah rusak berat dan sedang. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.
Jebolnya tanggul setinggi 4 meter dengan lebar 3 meter, selain mengakibatkan banjir bandang, juga menyebabkan pengaliran air irigasi di sawah berpengairan tekhnis seluas 9800 hektar terhenti. Saat tanggul jebol, debit air yang bersumber dari Waduk Wadaslintang mencapai 5 meter kubik – 7 meter kubik. Hingga jam 15.00 WIB, air masih mengalir cukup deras di permukiman.
Penyebab jebolnya tanggul itu, diduga adanya bekas galian untuk menanam pipa air baku proyek air bersih Kebumen – Purworejo di tanggul itu. Proyek itu menggunakan badan tanggul untuk menanam pipa dengan garis tengah 21 inchi. Diduga, tanah untuk menutup lubang bekas galian itu tidak cukup padat sehingga air irigasi yang merembes dari badan tanggul, menyebabkan air di bawahnya tergerus.
Lantai saluran irigasi juga ambles sedalam 2 meteran. Amblesnya lantai saluran dengan konstruksi beton ini, memperburuk kondisi tanggul. Harian Benas belum mendapat konfirmasi penyebab pasti jebolnya tanggul, di saat hujan tidak turun lebih dari sepekan terakhir ini.
Pelaksana Harian Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kebumen, Drs Eko Widiyanto kepada Bernas menjelaskan, ada 4 rumah rusak berat, setelah diterjang banjir bandang dan 11 rumah lainya rusak sedang. Pemkab Kebumen segera membantu para korban.
Bupati Kebumen, HM Yahya Fuad yang telah meninjau lokasi kejadian, Pemkab Kebumen akan membantu korban yang rumahnya rusak berat masing – masing Rp 20 juta. Bantuan itu, untuk pembangunan kembali rumah yang ambruk.
Saksi mata Suyanto (25) kepada Bernas mengungkapkan, awalnya debit air banjir tidak besar. Kurang dari 30 menit, setelah tanggul jebol semakin lebar, debit air yang mengalir ke permukiman di bawahnya semakin besar. Sehingga belasan rumah berada 7 meter di bawah tanggul jebol, mengalami rusak sedang dan berat. ?Kejadianya tadi jam 7 pagi,? kata Suyanto.
?Ada rumah yang ambruk baru dibangun, bantuan dari bedah rumah,? kata Ahmad Dul Hadi, Ketua RT 03/ RW 03, Desa Bojongsari, tepat kejadian kepada Bernas. Rumah itu merupakan rumah yang dihuni keluarga miskin. Dalam program pemugaran rumah tidak layak huni, keluarga ini mendapat bantuan stimulan Rp 10 juta (nwh)
