Kebumen,HarianBernas.com-Aksi penyerangan anggota Polri di Mapolres Banyumas Selasa (11/4) siang, seperti membuka trauma lama, anggota Polri di Polres Kebumen. Anggota Polres Kebumen mempunyai trauma serangan teroris yang mematikan di Mapolsek Prembun. Karena itu pasca serangan terhadap polisi di Tuban dan Banyumas, kewaspadaan anggota Polres Kebumen, khususnya di markasnya lebih ditingkatkan.
?Polisi Kebumen punya trauma serangan teroris,? kata Kasubag Humas Polres Kebumen, AKP Wily Budiyanto, SH, MH kepada Bernas merespon serangan seorang pemuda di Mapolres Banyumas, Selasa (11/4) siang. Kapolres Kebumen, AKBP Siti Hastuti menurut Wily, sudah meminta kepada anggotanya, terutama di Mapolsek-mapolsek yang berada di jalan utama selatan dan mapolsek terluar agar meningkatkan kewaspadaan.
Peningkatan kewaspadaan, di antaranya mempersiapkan senjata sehingga jika terjadi serangan mendadak seperti yang terjadi di Mapolsek Prembun, Polres Kebumen 7 tahun yang lalu, ada tindakan untuk melumpuhkan teroris. ?Jangan sampai polisi mati konyol karena tidak waspada,? kata Wily Budiyanto.
Pengamatan Bernas di beberapa mapolsek dan mapolres Kebumen, pasca serangan dengan senjata tajam di Banyumas tidak menunjukan pengetatan pengamanan. Tamu yang mempunyai kepentingan di Polres Kebumen, seperti biasa, diminta meninggalkan kartu tanda penduduk. Tidak terlihat anggota Polres Kebumen di penjagaan menenteng senjata. (nwh)
