HarianBernas.com ? Banyak kasus yang berhubungan dengan pelecehan dan kekerasan seksual terjadi di Indonesia. Parahnya, beberapa kasus yang muncul justru datang dari kalangan anak di bawah umur yang baru akan menginjak remaja, seperti anak SD atau SMP. Secara sadar dan hingga ketagihan mereka melakukan hubungan badan dengan teman sebaya, nggak jarang juga bahkan sampai hamil.
Apa yang salah sebenarnya? Memang banyak faktor yang mempengaruhi keadaan mereka. Entah itu dari teman-teman atau keluarganya sendiri. Bisa juga karena memang rumah mereka terletak tak jauh dari tempat prostitusi. Secara nggak langsung lingkungan mereka mengajarkan bahwa melakukan hubungan tubuh adalah hal biasa yang lumrah.
Pendidikan awal dan paling dasar datang dari keluarga. Ingin percaya atau tidak memang itulah faktanya. Sebagai orang tua yang memiliki anak, seharusnya pendidikan seks memang diajarkan sejak dini. Hal ini bukanlah hal yang tabu lagi. Dikutip dari laman website aboutkidshealth[dot]ca?, berikut adalah cara untuk mengajari anak Anda pendidikan seks sejak dini.
Ketika Anda membicarakan tentang pendidikan seks kepada anak Anda, yang harus Anda tahu adalah pastikan pembicaraan tersebut mampu dipahami di usia anak Anda. Jangan berpikir Anda dapat memberitahunya sekaligus dalam sekali waktu. Untuk usia anak kecil, mereka lebih tertarik pada kehamilan dan bayi daripada tindakan seks.
Batita, usia 2 tahun
Pada usia dua tahun, kemampuan seorang anak memahami kata dan berbicara meningkat cepat. Sejak usia ini pula mereka harus mulai dikenalkan nama semua bagian tubuh termasuk alat kelamin. Jangan salah lho, pada usia ini, anak umur dua tahun sudah bisa membedakan antara pria dan wanita. Ini terlihat ketika dirinya bisa membedakan antara ayah dan ibu.
Balita, usia 2-5 tahun
Pada usia ini, anak Anda harus memahami dasar-dasar reproduksi. Bukan berarti Anda mengajarkan mereka cara bereproduksi lho. Maksudnya, Anda memberitahu mereka jika seorang pria dan seorang wanita memiliki bayi bersama-sama, dan bayi tumbuh dalam Rahim wanita.
Yang terpenting adalah anak Anda harus tahu tubuh mereka adalah milik mereka sendiri, jadi mereka harus menjaganya sebaik mungkin. Ajarkan mereka tentang privasi tubuh mereka. Jelaskan jika orang lain bisa menyentuh mereka di beberapa bagian seperti tangan atau kepala, dan bukan bagian lain yang privasi.
Masa kecil menengah, usia 5-8 tahun
Sejak usia ini, anak Anda sudah lebih mengerti tentang beberapa hal yang rumit seperti seksualitas seseorang. Lebih baik Anda menjelaskan apa itu heteroseksual, homoseksual, ataupun biseksual dalam hubungan. Mereka juga harus tahu apa peran seksualitas dalam hubungan.
Terangkan pada anak Anda mengenai dasar privasi masing-masing orang dalam suatu hubungan, dan menghormat orang lain dalam hubungan. Pemahaman tentang anak terhadap reproduksi manusia harus terus di lakukan termasuk peran hubungan seksual.
Menjelang remaja, usia 9-12 tahun
Mulai sejak usia ini, sebaiknya Anda menjelaskan dan lebih memperkuat mengenai seks dan alat kontrasepsi. Bukan berarti Anda menyarankan mereka harus menggunakan itu ketika berhubungan. Justru, karena Anda memberitahu mereka, anak Anda menjadi lebih waspada.
Saat menjelang remaja, mereka harus memahami apa yang membuat hubungan yang positif dan apa yang membuatnya menjadi hubungan yang buruk. Mereka juga harus dapat menilai apakah penggambaran seks dan seksualitas di media yang benar atau salah, realistis atau tidak, dan apakah mereka positif atau negative.
Remaja, usia 13-18 tahun
Saat anak Anda menginjak usia remaja, mereka akan cenderung lebih menjaga privasi mereka. Bahkan terkadang nggak mempedulikan kata orang tua mereka. Namun jika orang tua telah berbicara kepada anak mereka sejak awak mengenai seks akan meningkatkan kemungkinan bahwa mereka akan memberitahu Anda ketika hal-hal yang sulit atau berbahaya datang.
