HarianBernas.com ? Memiliki postur badan yang tinggi mungkin dambaan bagi setiap orang. Bagi laki-laki, memiliki badan yang tinggi bisa menambah daya tarik pada lawan jenis. Bagi perempuan memiliki badan tinggi bisa mengantarkan mereka pada profesi model atau pramugari.
Rata-rata tinggi badan untuk pria di Indonesia sekitar 168cm ke atas dan perempuan sekitar 160cm keatas. Ternyata informasi berkaitan dengan tinggi badan ini banyak yang belum kita ketahui. Dilansir dari hellosehat.com, ada beberapa fakta mengenai tinggi badan manusia yang perlu kita ketahui.
1. Manusia Tumbuh Sangat Cepat pada Tahun Pertama
Masa pertumbuhan seseorang tercepat ada pada fase satu tahun pertama sejak kelahiran sehingga banyak orang tua rajin membeli baju pada fase usia ini. Pada umumnya, bayi pada umur 1 tahun pertama kehidupannya tumbuh dengan pertambahan tinggi sekitar 25 cm.
Pertumbuhan ini akan meningkat seiring dengan perkembangan umurnya hingga dia remaja. Pada perempuan, rata-rata akan berhenti untuk tumbuh tinggi ketika memasuki usia sekitar 21 tahun. Sedangkan, untuk pria, berhenti tumbuh tinggi pada usia sekitar 25 tahun.
2. Tinggi Badan Berubah Setiap Saat
Tubuh tertinggi seseorang adalah ketika Anda bangun tidur sedangkan pada malam hari ketika Anda tidur tubuh menyusut sekitar 1 cm. Hal ini terjadi karena cakram yang ada di tulang belakang mencengkeram tulang sehingga bisa tegak sepanjang hari.
Ketika tidur tulang belakang akan melemas sehingga Anda menjadi lebih tinggi pada pagi hari dibanding malam hari.
3. Gen Tidak Selalu Mempengaruhi Tinggi Badan
Faktor penentu apakah seseorang tinggi atau tidak berasal dari banyak faktor. Faktor genetika hanya menentukan sekitar 60-80 persen pada tinggi seseorang. Faktor lain yang menentukan adalah nutrisi yang dikonsumsi dan pola hidup yang dijalani.
Gaya hidup dan pola makan merupakan faktor yang berkontribusi paling penting terutama ketika usia pertumbuhan. Perbanyak aktifitas fisik ketika anak masih dalam masa pertumbuhan dan berikan juga nutrisi yang baik dan seimbangkan dengan istirahat yang cukup.
4. Perawakan Tinggi Berisiko Kanker Lebih Banyak
Orang dengan perawakan tinggi biasanya cenderung mengonsumsi makanan lebih banyak, sehingga asupan kalori yang masuk ke dalam tubuh juga tinggi. Hal ini juga berpotensi meningkatkan resiko terkena kanker. Namun, kondisi bukan menjadi syarat mutlak bila orang dengan perawakan tinggi mudah terkena kanker, masih banyak faktor lain yang mempengaruhi meningkatnya sel-sel kanker dalam tubuh.
5. Tubuh Tinggi Memiliki Lebih Banyak Peluang Untuk Mendapatkan Uang
Berdasarkan studi dari para peneliti di Universitas Sydney orang yang lebih tinggi memiliki pendapatan lebih banyak ketimbang orang yang lebih pendek. Hasil paling jelas terlihat pada pria dibanding perempuan. Seorang pria dengan tingi 182 cm memiliki pendapatan 15 persen lebih besar daripada rekannya yang memiliki tinggi 170 cm.
Semakin tinggi badan seseorang, semakin mempengaruhi bagaimana ia mengamati dirinya sendiri (yang disebut sebagai harga diri) serta bagaimana orang lain memandang mereka (yang disebut sebagai harga diri sosial). Keduanya memiliki pengaruh yang sangat besar pada kinerja pekerjaannya, yang pada akhirnya mempengaruhi keberhasilan karirnya menurut penelitian.
6. Bertubuh Tinggi Baik Untuk Jantung
Christopher Nelson, seorang dosen Universitas Leicester, Inggris menyatakan semakin tinggi tubuh seseorang maka risiko terkena penyakit jantung lebih kecil begitu pun sebaliknya. Orang yang memiliki tinggi badan sekitar 150 cm berpotensi 32% lebih besar terkena penyakit jantung daripada orang dengan tinggi badan sekitar 168 cm.
7. Rokok Berpengaruh Pada Tinggi Badan
Seorang perokok tidak akan memperoleh pertumbuhan tulang yang maksimal. Hal ini berhubungan dengan pembentukan massa tulang. Perokok biasanya akan memiliki tulang yang lebih kecil dan lebih tipis. Hal ini karena nikotin dan berbagai racun yang ada di dalam rokok mempengaruhi kesehatan tulang.
Racun yang terdapat didalam rokok ini mengganggu keseimbangan hormon estrogen yang diperlukan tulang agar tetap kuat. Selain itu, merokok juga dpaat memicu kesehatan tuang dengan meningkatkan kadar hormon kortisol yang menyebabkan penghancuran tulang, terutama saat Anda menopause.
8. Anak Perempuan Lebih Cepat Tinggi Dibandingkan Anak Laki-Laki
Jika Anda sering melihat anak perempuan seusia sekolah dasar lebih tinggi daripada teman laki-lakinya hal itu dikarenakan perempuan memasuki masa pubertas lebih awal sekitar usia 8-13 tahun. Hormon pada masa pubertas ini menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi tinggi badan anak perempuan terlihat lebih cepat tinggi.
Anak laki-laki memiliki masa pubertas sedikit lebih lama. Memasuki 9-15 tahun merupakan usia anak laki-laki mengalami pubertas. Pada rentang usia ini biasanya anak laki-laki akan mengalami perubahan bentuk fisik, seperti munculnya kumis, suara berubah, dan tinggi badan meningkat.
