HarianBernas.com – Menggunakan robot dan mesin dengan kecerdasan buatan bukanlah hal yang baru. Pabrik-pabrik kendaraan bermotor di sejumlah negara sudah melakukannya. Namun bagaimana jadinya jika makin banyak industri yang beralih ke tenaga robot? Bagaimana nasib para pekerja manusia selanjutnya?
Menurut laporan terbitan IBA seperti yang dikutip oleh The Guardian, inovasi di sektor teknologi robot dan kecerdasan buatan bakal mendorong terjadinya perubahan di sektor ketenagerjaan. Salah satunya adalah pemberlakuan kuota pekerja manusia oleh pemerintah.
Lembaga pengacara internasional tersebut dalam laporannya memaparkan bahwa seiring berjalannya waktu, sepertiga lapangan pekerjaan di seluruh dunia bakal diisi oleh tenaga robot dan perangkat lunak. Lebih murah dan efisiennya tenaga robot menjadi penyebab utama hal tersebut. Tenaga robot juga tidak bakal mengalami hal-hal seperti mogok kerja, mengurus keluarga, hingga cuti hamil.
Laporan yang sama kemudian membuat perbandingan dari segi biaya antara robot dengan manusia. Jika seorang buruh perakit mobil di Jerman menghabiskan biaya setara 40 euro per jamnya, maka robot hanya memerlukan biaya sekitar 5 euro per jamnya. Jumlah tersebut menjadikan robot sebagai tenaga kerja yang bahkan lebih murah dibandingkan upah buruh di Tiongkok. Negara yang notabene terkenal dengan produk-produknya yang murah dan tarif buruhnya yang rendah.
IBA dalam laporannya lantas menyebut fenomena peralihan tenaga manusia ke robot sebagai ?Revolusi Industri 4.0?. Perubahan tren ketenagakerjaan pada akhirnya bakal berimbas juga ke sektor hukum yang menangani masalah ketenagakerjaan. IBA juga memperingatkan akan kemungkinan munculnya masalah terkait perlindungan konsumen semisal siapa yang harus membayar biaya asuransi mobil tanpa pengemudi.
Korea Selatan merupakan negara dengan jumlah tenaga kerja robot terbanyak berdasarkan rasionya. Dari setiap 10 ribu pekerja di Negara Ginseng tersebut, sebanyak 437 di antaranya adalah robot. Jepang dan Jerman berturut-turut menyusul di belakang Korea Selatan dengan jumlah 323 dan 282 tenaga robot.
