HarianBernas.com – Penyelidikan mengenai dalang aksi bom di jalur kereta St. Petersburg masih terus berlangsung. Menurut badan keamanan Rusia seperti yang dikutip oleh Reuters, pelaku serangan yang menewaskan 14 orang tersebut adalah warga negara Rusia keturunan Kirgiztan. Sang pelaku diketahui juga memiliki kaitan dengan kelompok radikal agama kendati tidak dirinci apakah kelompok yang dimaksud adalah ISIS.
Badan intelijen GKNB yang berbasis di Kirgiztan secara terpisah mengidentifikasi pelaku serangan bom sebagai seorang pria bernama Akbarzhon Jalilov. Ia diketahui lahir di kota Osh pada tahun 1995. Foto yang dimuat oleh Reuters menunjukkan Jalilov sempat berada di stasiun kereta St. Petersburg dengan mengenakan kacamata, jaket tebal, topi bundar, dan tas ransel.
Osh merupakan kota yang terletak di Lembah Fergana. Lembah tersebut memiliki tanah yang subur dan termasuk dalam wilayah Kirgiztan, Uzbekistan, dan Tajikistan. Menurut pengakuan para tetangga Jalilov di Osh, keluarga Jalilov merupakan etnis Uzbek. Mereka menambahkan kalau mereka mengenal orang tua Jalilov dengan baik, namun tidak pernah lagi melihat Jalilov selama beberapa bulan terakhir.
Badan keamanan Rusia menjelaskan kalau aksi bom yang terjadi di jalur kereta Moskow adalah bom bunuh diri. Mereka juga mengaku menemukan mayat terduga pelaku di antara mayat korban. Jika pemboman ini memang dilakukan oleh simpatisan ISIS, peristiwa ini diperkirakan bakal menyurutkan pamor pemerintah Rusia akibat keputusan mereka melibatkan diri dalam perang saudara Suriah.
Media Rusia sebelumnya sempat merilis foto pria berpakaian gelap dan berjanggut tebal yang terekam kamera CCTV sebagai terduga pelaku pengeboman. Daily Mirror memberitakan kalau pria dengan ciri-ciri serupa kemudian langsung datang ke kantor polisi St. Petersburg untuk menjelaskan kalau dirinya bukan pelaku pemboman dan menjadi kambing hitam media hanya akibat penampilan fisik yang dimilikinya.
