HarianBernas.com – Hal-hal yang berasal dari luar angkasa senantiasa menarik perhatian. Masih terbatasnya pengetahuan manusia mengenai alam semesta menjadi salah satu penyebabnya. Hal serupa juga berlaku untuk Ledakan Radio Cepat (FRB). Sebutan yang diberikan oleh para astronom untuk sinyal gelombang radio misterius yang datang dari luar angkasa.
FRB pertama kali terdeteksi sekitar 10 tahun lalu. Sinyal tersebut hanya berdurasi beberapa detik. Namun FRB begitu menarik perhatian sebagai akibat dari intensitas gelombangnya yang begitu kuat, perkiraan jarak sumbernya yang amat jauh, dan adanya kecenderungan kalau FRB hampir selalu datang dari arah yang sama.
Spekulasi kalau FRB merupakan sinyal komunikasi yang dikirimkan oleh alien pun menyeruak ke permukaan. Namun ada pula yang berpendapat kalau bisa saja FRB aslinya hanyalah sinyal buatan manusia yang dikelirukan sebagai sinyal dari luar angkasa. Tahun 2015 misalnya, astronom mendeteksi sinyal yang belakangan diketahui sebagai gelombang mikro dari perangkat mereka sendiri.
Namun hasil temuan baru dari tim astronom pimpinan Manisha Caleb menunjukkan kalau FRB memang benar-benar berasal dari luar angkasa. Kesimpulan tersebut didapat setelah Caleb dan rekan-rekannya melakukan pengamatan memakai teleskop radio di Molonglo, Australia. Mereka menemukan tiga FRB yang lokasinya berada di rasi bintang Puppis dan Hydra.
Jika FRB terbukti benar-benar berasal dari luar angkasa, pernyataan berikutnya adalah apa yang menyebabkan munculnya FRB? Mungkinkah yang mengirimkan FRB memang alien yang ingin berkomunikasi dengan manusia? Caleb dan rekan-rekannya berharap kalau pengamatan lebih lanjut memakai teleskop di Molonglo bisa memberikan jawaban atas misteri tersebut.
