HarianBernas.com – Lubang hitam merupakan salah satu objek paling misterius di alam semesta. Pasalnya benda langit apapun yang berada di dalam jangkauan medan gravitasi bakal terhisap masuk ke dalamnya. Tak peduli sebesar apapun benda langit tersebut. Bahkan cahaya pun tidak bisa lolos dari hisapan lubang hitam.
Selama ini para ahli hanya bisa mengira-ngira seperti apakah wujud lubang hitam. Jaraknya yang sangat jauh dari Bumi menjadi penyebab utama mengapa selama ini belum pernah ada yang berhasil mendapatkan foto lubang hitam. Namun berkat kian majunya teknologi astronomi, hal tersebut nampaknya bakal berubah dalam waktu dekat.
The Independent memberitakan kalau observatorium-observatorium di seluruh dunia kini sedang terlibat dalam sebuah proyek besar yang bernama Teleskop Event Horizon (EHT). Mekanismenya adalah teleskop yang dimiliki masing-masing observatorium bakal diarahkan ke pusat galaksi Bima Sakti secara bersama-sama.
Citra yang didapat masing-masing teleskop selanjutnya bakal dikombinasikan untuk mendapatkan seperti apa pemandangan di pusat galaksi. Rencananya EHT bakal berlangsung dari tanggal 4 hingga 14 April.
Penggunaan banyak teleskop sekaligus dilakukan karena pusat galaksi Bima Sakti berjarak 26 ribu tahun cahaya dari Bumi. Lubang hitam raksasa atau supermasif diperkirakan berada di tengah-tengah Bima Sakti dan menjadi penyebab mengapa Bima Sakti memiliki struktur berbentuk spiral.
