HarianBernas.com – El Salvador hanyalah sebuah negara kecil di Amerika Tengah. Namun negara tersebut belum lama ini mencetak sejarah baru di dunia internasional. Pada hari Rabu (29/3/2017) waktu setempat, parlemen El Salvador mengeluarkan larangan menambang logam secara total di seluruh wilayah El Salvador. Larangan tersebut sekaligus menjadikan El Salvador sebagai negara pertama yang melarang penambangan logam.
Keluarnya larangan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah El Salvador untuk menjaga kebersihan sumber airnya. Tambang-tambang yang beroperasi di negara tersebut dituding menjadi penyebab tercemarnya sumber air di El Salvador. Menurut Oxfam America, lebih dari 90 persen permukaan air El Salvador sudah tercemar oleh limbah kimia dan logam berat.
Cadangan air bersih di El Salvador terancam kian berkurang setelah Partai ARENA memberikan izin eksplorasi lokasi-lokasi yang mengandung sumber daya logam. Namun sejak bulan Oktober, mereka yang menentang eksploitasi logam di El Salvador berhasil mendapatkan angin segar setelah tuntutan ganti rugi yang diajukan perusahaan tambang OceanaGold kepada pemerintah El Salvador ditolak oleh World Bank. OceanaGold juga diharuskan membayar uang ganti rugi sebesar 8 juta dollar kepada pemerintah El Salvador.
Tekanan dari rakyat El Salvador kian menguat setelah ribuan orang turun ke jalan untuk mendukung pelarangan aktivitas penambangan di wilayah El Salvador. Usaha keras mereka akhirnya membuahkan hasil beberapa hari kemudian dalam wujud disahkannya peraturan ini. Pedro Cabezas dari lembaga penentang aktivitas penambangan di El Salvador menyebut keluarnya peraturan ini sebagai ?kemenangan bagi masyarakat.?
