HarianBernas.com – Tanggal 1 April lalu, media-media di seluruh dunia yang beramai-ramai memposting berita bohong untuk menyongsong momen April Mop. Namun sikap berbeda diambil oleh media-media yang berbasis di Swedia. The Local memberitakan kalau media-media di negara Eropa Utara tersebut tidak akan memposting berita bohong pada tanggal 1 April.
Hal tersebut disampaikan oleh Magnus Karlsson yang berprofesi sebagai editor surat kabar Smalandsposten. ?Kami akan bekerja dengan berita asli. Bahkan pada tanggal 1 April,? tegasnya pada hari Jumat (31/3/2017) waktu setempat. Sikap serupa juga diambil oleh media-media Swedia yang lain seperti Dalarnas Tidningar, Hallpressen, dan Vasterbottens-Kuriren.
Ingvar Naslund selaku kepala editor menjelaskan alasannya mengapa pihaknya tidak mau mengikuti tren April Mop yang berlangsung di seluruh dunia. ?Dalam sejarahnya, kami berhasil membuat lelucon-lelucon April Mop yang sangat sukses. Namun akibat debat dan diskusi mengenai kredibilitas media yang terkait dengan berita-berita palsu, kami tidak mau melakukannya untuk tahun ini,? paparnya.
Peredaran berita palsu memang menjadi topik perbincangan yang kian hangat selama satu tahun terakhir. Banyaknya berita palsu yang beredar selama masa kampanye pilpres AS menjadi salah satu penyebab utamanya. Sveriges Radio pada bulan Januari juga sempat merilis artikel yang menyatakan kalau Rusia mencoba mempengaruhi pemerintah Swedia dengan cara menyebarkan berita palsu dan bermuatan propaganda melalui kantor berita yang disponsorinya.
