HarianBernas.com – Acara keagamaan umat Kristen Koptik di Mesir dirusak oleh aksi yang tidak bertanggung jawab. Dua gereja yang masing-masing terletak di Alexandria dan Tanta diguncang oleh ledakan bom pada hari Minggu (9/4/2017) waktu setempat. Akibat ledakan tersebut, setidaknya 36 orang tewas dan lebih dari 100 lainnya mengalami luka-luka.
Insiden bom pertama terjadi di gereja kota Tanta yang terletak 120 km di sebelah utara Kairo. Setidaknya 25 orang tewas dalam ledakan di gereja kota tersebut. Gambar yang diambil oleh saluran televisi lokal menunjukkan puing-puing kayu yang berserakan dan adanya bercak darah di dinding gereja yang berwarna putih.
Menurut Tarek Atiya yang bertindak sebagai Deputi Kementerian Dalam Negeri, ledakan terjadi di baris depan kursi dekat altar ketika misa tengah dilangsungkan. Ketika ledakan terjadi, misa memperingati Minggu Palem tengah digelar oleh jemaat gereja.
Ledakan kedua terjadi di gereja kota Alexandria dan menewaskan setidaknya 11 orang. Paus Koptik Tawadros II nyaris saja menjadi korban dalam ledakan tersebut jika ia berada di dalam gereja lebih lama.
Belum diketahui siapa pelaku serangan bom ini. Namun simpatisan ISIS diduga berada di balik aksi ini. Pemerintah Mesir mengecam insiden ledakan ini dan menyebutnya sebagai upaya untuk menciptakan perpecahan di negara Mesir.
Peristiwa ledakan bom ini terjadi hanya beberapa pekan menjelang kunjungan Paus Francis ke Mesir untuk memberikan dukungannya kepada warga minoritas Kristen setempat. Ketika mendengar kabar ledakan ini, Paus mengucapkan rasa bela sungkawanya kepada Paus Tawadros II.
